Nasional

Aksi 212, Peserta Ancam “Lempar Jumroh” Gedung DPR Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

demo ahok
Massa berdemonstrasi saat berlangsung sidang kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 10 Januari 2017. (Foto: Nurdiansah/TEMPO)

Jurnalindonesia.id – Forum Umat Islam (FUI) berencana menggelar Aksi Bela Islam di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 21 Februari 2017 mendatang.

Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath mengatakan, aksi tersebut akan melibatkan puluhan ormas Islam dan didukung sejumlah ulama GNPF-MUI.

Poin utama dalam aksi tersebut adalah menuntut Basuki T Purnama atau Ahok dicopot dari jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengaku sudah mengetahui rencana aksi tersebut. Dan sudah ada surat pemberitahuan ke pihak kepolisian.

“Surat pemberitahuannya sudah ada, sudah kami terima,” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Tempo, Sabtu, 18 Februari 2017.

Meski demikian Argo mengatakan, belum ada keputusan apakah akan diberi izin atau tidak.

Argo Menjelaskan, kepolisian perlu menganalisa secara lengkap surat pemberitahuan tersebut terlebih dahulu.

Beberapa waktu lalu kepolisian pun pernah melarang aksi damai 411 untuk digelar di Jalan M.H. Thamrin dan Sudirman. Polisi hanya memperkenankan massa menggelar aksi di Masjid Istiqlal.

“Nanti tentu akan dianalisis, apakah perlu dikasih izin atau tidak,” kata Argo.

Kepolisian juga berencana menjalin komunikasi dengan para koordinator aksi. “Kami konsolidasikan dulu, mereka unjuk rasa ke DPR itu gimana, bawa massa berapa, itu akan kami komunikasikan.”

Aksi 21 Februari

Selebaran Aksi 21 Februari

Sebelumnya, Al Khaththath telah menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama dari berbagai daerah. Dalam pertemuan yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 Februari lalu itu tercipta kesepakatan untuk menggelar revolusi damai di DPR. Mereka merencanakan salat Subuh Jamaah di Senayan kemudian bertolak ke DPR.

Al Khaththath mengklaim, aksi 21 Februari itu bakal diikuti ratusan ribu massa dari berbagai daerah.

Selain menuntut agar Ahok dicopot dari jabatannya, mereka juga mendesak aparat hukum memenjarakan Ahok sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Poin lainnya adalah menuntut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap ulama dan stop penangkapan mahasiswa.

Jika tuntutan tak diakomodir, mereka siap menduduki Gedung Parlemen. Mereka juga merencanakan aksi lempar jumroh, atau melempar kerikil di DPR.

 

TEMPO

Loading...