DKI Jakarta, Nasional

Ahok Langsung Tolak Usulan ‘Nurul Komar’ Jadi Nama Masjid Raya Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Arifin saat meninjau pembangunan Masjid Raya Jakarta, di Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (6/3/2017).(Foto: Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

Jurnalindonesia.id – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menetapkan nama untuk masjid raya Jakarta, yakni Masjid KH Hasyim Ashari. Tapi, sebelum nama tersebut sepakat disematkan, Ahok sempat bercerita bahwa ia pernah mendapat masukan nama lain untuk masjid yang berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat itu.

Salah satu nama yang sempat diusulkan adalah Masjid Nurul Komar. Nurul Komar, dalam bahasa Indonesia artinya cahaya bulan atau cahaya purnama.

Mendapat usulan nama tersebut, Ahok langsung menolaknya. Alasannya, dia ingin menegakkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Ada pejabat di DKI, dia usul nama masjid raya Daan Mogot dikasih nama Nurul Komar. ‘Supaya orang tahu kalau itu Bapak yang bikin, jadi cahaya purnama’. Saya bilang nggak boleh. Kita kan mau tegakkan ajaran rahmatan lil alamin. Lebih cocok (masjid raya) KH Hasyim Ashari,” kata Ahok di kantor GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

Selain itu, Ahok juga mendapat usulan nama lain yakni Masjid Raya Daan Mogot. Lagi-lagi Ahok menolaknya. Alasannya, Daan Mogot adalah tokoh Betawi beragama Kristen bernama Daniel Mogot.

“Masak namanya Masjid Daan Mogot. Daan Mogot itu aslinya Daniel Mogot, orang Betawi Kristen,” ucap Ahok.

“Tapi sudahlah, nggak usah malu-malu sekarang, bilang saja kita mau tegakkan Islam rahmatan lil alamin. Pengurusnya, sudah cari saja deh yang betul-betul benar,” tuturnya.

Nama ‘Nurul Komar’ sendiri awalnya disebut oleh salah satu pengurus GP Ansor saat memperkenalkan Ahok di atas panggung. Saat memperkenalkan Ahok, pengurus tersebut menyebut nama Ahok sebagai Basuki Nurul Komar, yang dalam bahasa Indonesia berarti Basuki Tjahaja Purnama.