Daerah, Jawa Timur, Politik

Ahmad Dhani: Saya Panglima Tim Kampanye Prabowo di Jatim

Ahmad Dhani
Ahmad Dhani. (Foto: Tribunnews/Herudin)

Jurnalindonesia.co.id – Ahmad Dhani akan menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden yang rencananya digelar di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (26/8/2018).

Dhani mengaku menjadi ‘panglima’ dari tim kampanye bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Timur, khususnya Surabaya.

“Saya kan mengkampanyekan Pak Prabowo di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Saya bagian kampanye di sini, panglimanya saya, khususnya di Jawa Timur,” kata Dhani dalam jumpa pers terkait acara deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Sabtu (25/8/2018).

Lebih lanjut, Dhani mengaku akan menyelenggarakan kampanye di 33 titik di Jawa Timur. Kampanye akbar tersebut akan dilaksanakan dari September hingga April 2019.

“Kita habis September nanti sampai April kita siapkan 33 titik di Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, terkait rencana acara deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar pada Minggu (26/8/2018) besok di Surabaya, Dhani mengaku tak mempersoalkan izin dari kepolisian.

“Emang perlu izin? nggak perlu izin, itu cuma perlu pemberitahuan kepada Polda (Jatim),” kata Dhani.

Baca juga: Diskusi #2019GantiPresiden yang Akan Dihadiri Ratna Sarumpaet-Rocky Gerung Ditolak Polisi

Saat ditanya jika aksi ini dibubarkan oleh polisi karena tak berizin, Dhani mengatakan hal itu tidaklah mungkin. Justru salah besar jika polisi membubarkan aksi ini.

“Tidak perlu izin-izin untuk acara seperti ini. Nggak mungkin, nggak mungkin dibubarkan karena kalau dibubarkan dia salah,” lanjut Dhani.

Diketahui, sebelumnya pihak kepolisian menyatakan tidak memberi izin digelarnya acara deklarasi tersebut. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin atau menerima jika aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan Kota Surabaya.

Baca: Polisi Tolak Izin Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya

Rencana digelarnya acara deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya memang mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Pada Sabtu (25/8/2018), bertepatan dengan jumpa pers yang dilakukan panitia Deklarasi #2019GantiPresiden, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa. Mereka berteriak-teriak saat pihak panitia sedang diwawancarai awak media.

“Tolak deklarasi #2019GantiPresiden!” teriak beberapa perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Jawa Timur.

Tak hanya berteriak saja, pendemo juga membawa karton yang bertuliskan penolakan deklarasi #2019GantiPresiden. Mahasiswa juga menolak kedatangan Ahmad Dhani melalui poster yang berbunyi ‘Menolak kedatangan Ahmad Dhani di Surabaya dan Ahmad Dhani mengotori kondusivitas Surabaya’.

Mahasiswa menolak deklarasi ganti presiden, Sabtu (25/8/2019). (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)

Mahasiswa yang datang ini kemarin juga sempat melakukan hal yang sama di depan Mapolda Jatim. Alasannya mereka ingin situasi yang kondusif di Jawa Timur tetap terjaga.

“Saya ingin Jawa Timur tetap kondusif, untuk itu jangan ada lagi aksi-aksi yang menimbulkan kegaduhan dan memecah belah antar-golongan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa, Iwan, kepada detikcom.

Terkait penolakan tersebut, Ahmad Dhani pun menanggapinya dengan santai. “Sudah biarkan saja,” kata Dhani di sela wawancara.

Para mahasiswa berteriak dan meminta relawan tidak mendahului start kampanye. Ahmad Dhani pun menegaskan bahwa deklarasi ini bukan kampanye, melainkan aksi menyuarakan aspirasi.

“Kami ini bukan kampanye, kami cuma melakukan aksi,” ucap Dhani.

Baca juga: Kronologi Pengadangan Neno Warisman oleh Massa di Pekanbaru