Kriminal

Ahmad Dhani Minta Keringanan Hakim: Kasihani Saya

Musisi Ahmad Dhani. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’, Ahmad Dhani Prasetyo memelas kepada majelis hakim. Sambil meminta dikasihani, pentolan grup band Dewa 19 itu ingin hakim mengubah jadwal sidang yang tengah dijalaninya, diganti dari pagi menjadi siang.

Permohonan itu ia sampaikan dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Selasa Selasa (12/3) dipimpin hakim R Anton Widyopriyono. Dhani selaku terdakwa dalam sidang itu mengaku kehilangan jam besuk di Rutan Medaeng jika sidang tersebut digelar pagi hari.

BACA JUGA: Ahmad Dhani: Saya Bukan Tahanan!

“Kalau sidang digelar sejak pagi, maka Selasa dan Kamis saya tidak dibesuk. Karena saya punya jam besuk hanya Senin dan Rabu, Jumat libur. Kasihani saya majelis hakim,” kata Dhani di Ruang Cakra PN Surabaya, Jalan Arjuno.

Atas permohonan Dhani, Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriono lantas mengaku memahaminya. Ia pun mengabulkan permohonan tersebut, namun dengan syarat sidang jangan sampai molor.

Menanggapi permohonan Dhani, Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono pun mengaku bisa memahami hal itu. Ia pun mengabulkan permohonan Dhani tersebut, namun dengan syarat sidang jangan sampai molor.

“Saya bisa memahami. Kalau gitu sidang kita mulai jam 1 siang. Tolong Jaksa diatur teknisnya, tapi jangan molor ya,” ujar Anton.

BACA JUGA: Gerinda: Penetapan Tersangka Ahmad Dhani Merusak Nalar Kita

Ahmad Dhani dijerat Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE. Sidang terkait perkara ini sudah ia jalani sebanyak tujuh kali dan akan kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Kamis (14/3).  Sidang akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Persidangan untuk Dhani sebelumnya digelar pada sekitar pukul 09.30 WIB. Sementara itu, jam besuk di Rutan Medaeng pukul 09.00-12.00 WIB.

Suami Mulan Jameela ini pun telah ditahan sejak 7 Februari lalu di Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Ia sebelumnya terjerat kasus ujaran kebencian dan ditahan di Lapas Kelas I Cipinang Jakarta. Guna memudahkan proses persidangan perkara kasus ‘idiot’, ia pun dipindahkan ke Rutan Kelas I Surabaya.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan ‘idiot’ saat didemo ratusan massa di Hotel Majapahit, Surabaya, 26 Agustus 2018. Dhani kala itu berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.