Daerah, DKI Jakarta, Politik

Ada Pembagian Takjil #2019GantiPresiden di Menteng, PPP: Sangat Tidak Etis

Takjil #2019gantipresiden yang dibagikan oleh relawan. (Foto: Sams/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Bagi-bagi takjil yang dibubuhi stiker #2019GantiPresiden dinilai sebagai politisasi takjil dan sangat tidak etis.

Sebelumnya, relawan yang tergabung dalam Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) membagikan takjil gratis di depan pintu masuk Masjid Cut Mutia, Jalan Taman Cut Mutiah No 1, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/5/2018) sore. Yang dipersoalkan adalah adanya stiker #2019GantiPresiden di bungkusnya.

Sebagaimana dilaporkan detikcom pada Kamis 24 Mei 2018, ada lima orang relawan yang terlibat dalam pembagian takjil tersebut.

Mereka membagikannya kepada para pengguna jalan yang lewat.

“Silakan Pak takjilnya untuk buka puasa, gratis Pak. Nanti dilihat takjilnya Pak, ada tulisan #2019GantiPresiden,” kata salah satu relawan di lokasi membagikan takjil tersebut, Kamis (24/5/2018), seperti dilansir detikcom.

“Terima kasih Pak,” jawab para pengguna jalan yang menerima takjil itu.

Bagi-bagi takjil #2019gantipresiden.

Relawan bagi-bagi takjil #2019gantipresiden. (Foto: Sams/detikcom)

Selain stiker bertuliskan #2019GantiPresiden, juga ada dua banner yang terpampang di lokasi, bertuliskan ‘Takjil Gratis Buka Puasa #2019GantiPresiden’.

Menurut Ketua Korsa, Amirullah Hidayat, pihaknya berencana melakukan kegiatan serupa selama 20 hari ke depan, dimulai dari hari ini. Dia mengaku ada 300 takjil yang dibagikan di depan Masjid Cut Mutia hari ini.

“Kegiatan hari ini kita melakukan pembagian takjil bagi masyarakat yang ingin untuk buka puasa, takjil #2019GantiPresiden. Program ini adalah untuk mengingatkan rakyat Indonesia bahwa 2019 Jokowi cukup harus diganti, cukup sampai di situ aja,” kata Amirullah.

Baca juga: Politisasi Takjil, Golkar: Sudah Kehilangan Cara untuk Ganti Presiden

Amirullah menambahkan, Senin pekan depan akan dilakukan pembagian takjil di depan Istana Bogor. Sementara hari ini hanya ada satu mobil, dikatakannya, nanti akan ada 10 mobil yang membawa takjil dengan jumlah lebih banyak daripada hari ini.

“Hari ini kita bagi-bagi takjil di sini, insya Allah Senin besok kita akan ke Bogor bagi-bagi takjil di depan Istana Bogor sebagai simbolis kita harus mengeluarkan Jokowi dari Istana Bogor,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sebetulnya Korsa sudah lama terbentuk sebagai relawan pendukung Jokowi. Saat ini Korsa berpaling karena, menurutnya, Jokowi telah menyimpang dari Nawacita.

“Korsa ini komunitas relawan Jokowi yang 2014 dulu pendukung Jokowi, akhirnya keluar dari pendukung Jokowi karena Jokowi mengkhianati Nawacita. Sebagai tanggung jawab moral, bagaimana kita mengalahkan Jokowi 2019 itu yang kita lakukan sekarang,” ucapnya.

Tidak etis

Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi, menilai itu sudah masuk kategori politisasi takjil dan tak etis dilakukan di Bulan Ramadan ini.

“Ya itu sudah pasti masuk kategori politisasi takjil. Membagi takjil kepada orang yang berpuasa khususnya para musafir memang dianjurkan,” ujar Baidowi kepada wartawan, Jumat (25/5/2018).

“Hanya saja, mempolitisiasinya untuk kepentingan politik praktis sangat tidak etis dan tidak elok,” lanjutnya.

Awiek mengatakan, mestinya bagi-bagi rezeki di bulan Ramadan diniatkan dengan ikhlas. Namun jika takjil diselipkan pesan #2019GantiPresiden, dia menilai sangat tak etis.

“Segala sesuatu dinilai dari niat. Jika niatnya ikhlas berbagi takjil maka akan mendapat pahala besar. Tapi sebaliknya, ketika sudah dilabeli #2019GantiPresiden, itu sudah jelas niat awalnya yakni untuk politik praktis,” kata anggota DPR Komisi II itu.

Baca juga: Spanduk Pengajian #2019GantiPresiden Terpampang di Masjid di Ciledug