Kriminal

7 Fakta Mencengangkan Terkait Tewasnya Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang

SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG

Jurnalindonesia.id – Seorang siswa SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (31/3/2017) pagi.

Korban bernama Krisna Wahyu Nurachmad (KW) berusia 15 tahun ini ditemukan tak bernyawa di kamar asramanya, di Barak G17 Kompleks SMA Taruna Nusantara, Magelang, sekitar pukul 04.00 WIB. (Baca selengkapnya: Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang Ditemukan Tewas Mengenaskan)

Berikut ini fakta-fakta yang berhasil dihimpun terkait peristiwa memprihatinkan ini:

1. Polisi Amankan Beberapa Bukti

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihak kepolisian sudah mengamankan beberapa bukti dari tempat kejadian perkara (TKP). Satu dari beberapa bukti tersebut adalah pisau dapur.

Selain itu, polisi juga mengamankan pakaian dan celana yang dibuang ke tempat sampah.

Pisau yang didapat polisi pun diambil dari tempat pisau tersebut dibuang, airnya juga diangkat dan kemudian percikan darah di TKP pun juga diambil oleh pihak kepolisian.

“Kita temukan pisau yang diduga untuk melakukan pembunuhan di kamar mandi, juga beberapa baju dan celana yang ada percikan darah diduga milik pelaku,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono.

2. Diduga Pembunuhan

KW ditemukan pertama kali oleh Riyanto, seorang pengasuh yang bertugas untuk mengurus barak yang ada di sekolah tersebut.

Saat menyisir Barak G17, Riyanto mendapati korban di dalam barak kamar 2B sudah dalam kondisi tubuh bersimbah darah.

Diduga kuat, KW dibunuh oleh seseorang yang hingga saat ini masih dicari oleh petugas kepolisian.

3. Luka Sobek di Leher Korban

Ditemukan luka tusukan benda tajam di leher korban. Kapolda menyebut luka tersebut terbuka sepanjang 10 sentimeter.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian menduga kuat bahwa kejadian ini adalah sebuah pembunuhan.

4. Jumlah Saksi yang Akan Diperiksa

Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk bisa mengetahui siapa pelaku dan motif dari pembunuhan ini.

Saat ini kasus ditangani oleh Polda Jawa Tengah dan Polres Magelang. Sudah ditetapkan 12 saksi yang tengah diperiksa.

12 saksi tersebut terdiri dari delapan orang siswa dan empat orang pamong SMA Taruna Nusantara.

5. Korban Langsung Dimakamkan

Jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman Giriloyo, Magelang, Jumat (31/3/2017).

Sejumlah persiapan dan karangan bunga pun tampak telah ada di komplek pemakaman yang ada di depan Akmil Magelang.

Keluarga korban pun sudah diberi kabar untuk langsung melakukan perjalanan ke Magelang untuk menghadiri pemakaman sang putra.

6. SMA Taruna Nusantara Berduka

Pihak SMA Taruna Nusantara belum bisa memberikan keterangan banyak terkait dengan dugaan kasus pembunuhan siswa kelas 10 ini.

Humas SMA Taruna Nusantara, Cecep Iskandar, mengatakan bahwa pihak sekolah masih menunggu konfirmasi dari tindak lanjut penanganan polisi.

Ia juga mengatakan bahwa pihak SMA Taruna Nusantara sedang berduka atas kematian KW.

Cecep tidak bisa berkata banyak mengenai kasus ini dan menyerahkan seluruhnya kepada kepolisian.

Ia mengaku pihak sekolah tidak mengetahui sama sekali kenapa dan apa yang terjadi dan memilih menunggu kabar dari pihak yang berwenang yang menyelidiki kasus ini.

7. Korban Dikenal Sosok yang Pendiam dan Tak Banyak Tingkah

Informasi tewasnya KW langsung menyebar melalui pesan singkat.

KW, siswa kelahiran Jakarta, 24 September 2002 tinggal komplek tentara di Jalan Sumarsana nomor 12 RT 3/4 Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Diketahui, rumah tersebut dihuni paman korban bernama Amru.

Wawan, pekerja rumah tersebut mengatakan, bahwa keluarga KW tak lagi tinggal di Jalan Sumarsana sejak lama. Keluarga KW sekarang tinggal di Komplek Hankam nomor 26 Kelapa Dua, Jakarta.

Meski Wawan mengaku tak begitu banyak mengenal soal KW, menurutnya KW merupakan sosok yang pendiam dan tidak banyak tingkah.

Sejauh ini, kasus masih terus diperiksa oleh pihak kepolisian

“Didoakan saja karena ini kasus yang memprihatinkan kita semua ya, kita ikut berduka semua, karena korban masih anak-anak. Masih usia 15 tahun” ujar Kapolda.