Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Courtesy of Pemprov DKI Jakarta)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, wafatnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menjadi pembelajaran bagi warga agar tertib dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Saefullah wafat usai menjalani perawatan karena positif terinfeksi virus corona.

Kata Anies, ancaman bahaya Covid-19 itu nyata. “Saya harap bagi seluruh masyarakat Jakarta, jadikan ini sebagai sebuah pelajaran. Kondisinya memang mengkhawatirkan dalam artian sesungguhnya,” kata Anies kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (16/9).

Anies mengatakan Pemprov DKI selama ini selalu menyuguhkan data mengenai perkembangan kasus Covid-19 tanpa direkayasa.

Menurut Anies, semua data mengenai Covid-19 merupakan gambaran situasi sesungguhnya kondisi penyebaran wabah di Ibu Kota.

“Covid itu nyata, risikonya besar, dan ini (wafatnya Saefullah) adalah contoh nyata risiko terburuk bila terpapar Covid, dan yang terpapar adalah saudara kita sendiri,” lanjutnya.

Hingga Selasa (15/9), jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta diketahui sudah mencapai 56.953 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.306 orang dinyatakan sembuh, dan 1.468 orang meninggal dunia.

Sementara, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.179. Mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengonfirmasi penyebab meninggalnya Saefullah. Menurut Widyastuti, Saefullah mengalami kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19.

“Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19, sehingga menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki,” kata Widyastuti.

“Hal ini karena tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai,” ujar dia. (cnnindonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *