Guberbur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah restoran Ibu Kota pada Sabtu (8/8/2020) malam. (Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama sepekan ini, jumlah kasus aktif Corona di Jakarta mengalami penurunan. Meski demikian, Anies tak menyebut berapa jumlah penurunan tersebut.

“Nah, alhamdulillah dalam pekan terakhir ini jumlah kasus aktif itu menurun secara signifikan. Artinya apa? Jumlah orang yang harus dirawat atau isolasi jumlahnya berkurang. Kasus aktif itu diukur dengan angka kasus baru dikurangi angka sembuh, dikurangi angka meninggal,” ujar Anies dalam acara Webinar dengan tema ‘Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru’, Senin (31/8/2020).

Selain itu, kata Anies, angka kematian akibat virus Corona saat ini sebesar 3 persen. Angka tersebut berada di bawah angka nasional sebesar 4,3 persen.

“Di sisi lain, angka meninggal kita turun. Kalau kita perhatikan secara global itu 3,4 persen case fatality rate (tingkat kematian) dunia. Di Indonesia, case fatality rate-nya itu 4,3 persen. Jadi di atas angka kematian global. Jakarta, angka kematian, case fatality rate kita 3 persen. Jadi kita 3 persen, dunia 3,4 persen, Indonesia 4,3 persen. Indonesia tanpa Jakarta, bila Jakarta di keluarkan, maka case fatality rate-nya 4,7 persen,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, saat ini, kapasitas tes Corona di Jakarta mencapai 10 kali lipat dari standar WHO. Namun, jumlah tes yang dilakukan rata-rata sekitar 4-5 kali lipat dari syarat WHO.

“Kapasitas testing kita, kapasitas seluruhnya baik pemerintah maupun swasta itu hampir 11 ribu. Artinya kapasitasnya itu 10 kali lipat dari yang diharuskan oleh WHO. Kegiatan testing-nya bervariasi tiap minggu, tapi rata-rata tiap minggu kita antara 4-5 kali lipat lebih tinggi daripada yang diharuskan WHO,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *