Puan Maharani, Ketua DPR RI, saat menggelar press rilis.(dpr/dok)

Jurnalindonesia.co.id – Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal melakukan aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPR, Senayan, Selasa (25/8). Ketua DPR Puan Maharani menegaskan DPR selalu terbuka menyerap aspirasi masyarakat, khususnya kelompok buruh terkait pembahasan RUU Omnibus Law.

“DPR RI yang merupakan rumah rakyat membuka pintu bagi kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasinya secara legal dan formal dengan mendata berbagai persoalan terkait RUU Cipta Kerja,” kata Puan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8).

Mantan Menko PMK itu mengimbau kelompok buruh tak menyampaikan aspirasi dengan unjuk rasa apalagi di tengah pandemi corona. Puan khawatir unjuk rasa dapat menimbulkan klaster baru penularan virus corona.

“DPR RI mengajak kelompok buruh yang memiliki aspirasi untuk berjuang tidak lewat aksi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya, dan berpotensi jadi klaster penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Puan menyampaikan sejauh ini DPR telah menggelar pertemuan dengan 16 perwakilan serikat buruh atau serikat pekerja. Dalam pertemuan itu, menghasilkan empat poin kesepakatan terkait klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Kesepakatan tersebut di antaranya tentang hubungan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri dan pembahasan RUU Cipta Kerja terbuka pada masukan publik,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP ini memastikan DPR akan melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja secara terbuka demi terciptanya lapangan kerja dan perbaikan ekonomi bangsa.

“Kami mendukung terciptanya lapangan kerja, perbaikan ekonomi, serta tumbuh dan berkembangnya UMKM lewat RUU Cipta Kerja,” tandas Puan. (kmprn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *