Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020)(Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)

Jurnalindonesia.co.id – Tambahan 441 kasus baru virus corona (Covid-19) pada Selasa (21/7/2020) kemarin jadi penambahan kasus tertinggi di DKI Jakarta. Dengan rekor tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru mengaku bersyukur banyak warga yang positif corona.

Menurut dia, banyak warga yang tidak menyadari bahwa mereka sudah terpapar virus corona.

“Kami justru merasa bersyukur sekali bisa menemukan warga yang positif di saat mereka tidak menyadari mereka tidak positif. Daripada mereka tidak tahu, pulang ke rumah menularkan orang tua, lingkungan,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/7).

Lebih lanjut Anies mengklaim, rekor tambahan kasus baru itu juga bisa terjadi karena pihaknya memperbanyak tes di wilayah ibu kota.

Anies mengatakan, sejak awal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas testing. Sebab, menurutnya, peningkatan kapasitas testing justru bisa lebih cepat mengidentifikasi penyebaran Covid-19.

“Kita tingkatkan testing supaya kita temukan yang positif, supaya bisa isolasi. Jadi, wabahnya memang masih ada. Justru karena wabah masih ada, kita lakukan testing lebih banyak, lebih banyak yang ketemu, lebih banyak yang isolasi,” kata Anies.

Anies menambahkan, angka rasio positif di Jakarta dalam tiga pekan terakhir ini memang sempat mengalami peningkatan. Data terakhir, pada 9-15 Juli kemarin, rasio positif di Jakarta mencapai 5,9 persen.

Angka tersebut masih di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) 5 persen.

Kendati demikian, Anies mengatakan, dibandingkan angka rasio positif, sejauh ini angka Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat fatalitas kematian akibat virus corona di Jakarta masih tergolong rendah. Berdasarkan data di situs pemantauan Covid-19 Jakarta, tingkat kematian akibat virus corona di Jakarta 4,4 persen.

“Dari yang kita temukan selama 2-3 minggu, angka positivity rate meningkat, tetapi, jumlah case fatality rate tidak mengalami peningkatan,” tutur Anies.

Kemudian, Anies menyatakan bahwa mayoritas kasus positif yang ditemukan di Jakarta merupakan orang yang tak bergejala. Sementara, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit adalah orang yang ditemukan positif tanpa gejala, namun memiliki penyakit bawaan atau komorbid atau berisiko tinggi.

“Maka mereka kita minta untuk dirawat. Misal ada warga lansia 70 tahun lebih, positif, maka demi keselamatan isolasi di rumah sakit,” paparnya.

Diketahui, per Selasa (21/7) kemarin, jumlah kasus positif virus corona di Jakarta hingga mencapai 17.153 kasus. Dari jumlah tersebut, 10.864 orang dinyatakan telah sembuh, dan 758 orang meninggal dunia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *