Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Kandidat vaksin virus corona atau COVID-19 buatan Sinovac dari China telah tiba di Indonesia. Hal ini seolah menjadi secercah harapan untuk kasus COVID-19 di Indonesia yang tak kunjung usai bahkan terus mengalami peningkatan.

Tentu saja, ini menjadi berita gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia. Vaksin yang sudah lama ditunggu-tunggu dan dielu-elukan dapat menghentikan penyebaran virus corona akhirnya sudah ada di genggaman. Tapi, tahan dulu kegembiraan kamu.

Dalam tayangan di sebuah acara televisi swasta, Ahli Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, dr Pandu Riono, MPH, Phd, menyebut, meski vaksin dari China sudah masuk ke Indonesia, tapi masih berupa kandidat. Apa artinya?

“Kandidatnya sudah ada, tapi baru kandidat. Baru mau diuji coba apakah efektif untuk mencegah virus corona atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Pandu menjelaskan, karena di Indonesia masih banyak orang yang terinfeksi COVID-19, makanya uji coba dilakukan di sini dan bukan di China. Karena penularan di Negeri Tirai Bambu itu cenderung lebih sedikit.

Nah, berbicara prediksi, tentu ini yang akan menjadi pertanyaan banyak orang. Kira-kira, sampai kapan vaksin akan diuji coba, sampai akhirnya benar-benar bisa digunakan oleh semua orang?

“Vaksin itu kan harus efektif, tubuh kita menghasilkan antibodi dan kemudian juga harus aman, tidak ada efek samping. Ini yang paling susah,” kata dia menerangkan.

Menurut Pandu, meski vaksin virus corona sudah masuk ke Indonesia. Saat ini, kita baru masuk fase 3 dalam tahap uji coba.

“Nanti kita uji coba lagi pada fase 4. Nah, nanti itu kita butuh waktu lagi setahun. Ya, mungkin dua tahun lagi baru kita punya,” tutur Pandu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *