Jurnalindonesia.co.id –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan merampingkan sebanyak 18 lembaga dan komisi. Namun, Jokowi tidak merincikan secara detail lembaga dan komisi mana saja yang akan dirampingkan.

“Dalam waktu dekat ini ada 18 (komisi dan lembaga yang dirampingkan),” kata Jokowi di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/6/2020).

Jokowi menjelaskan, alasan utama dirinya merampingkan 18 lembaga dan komisi pemerintahan adalah demi menghemat anggaran. Menurutnya banyak fungsi dan tugas lembaga dan komisi pemerintahan yang bisa dikembalikan ke kementerian terkait.

“Semakin ramping organisasi ya cost-nya kan semakin bisa kita kembalikan. Anggaran, biaya. Kalau pun bisa kembalikan ke menteri, kementerian, ke dirjen, direktorat, direktur, kenapa kita harus pake badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi,” tambahnya.

Jokowi mengibaratkan sebuah organisasi pemerintahan sebagai sebuah kapal yang harus bergerak cepat dengan menggunakan aturan atau susunan organisasi semudah mungkin.

“Kapal itu sesimple mungkin sehingga bergeraknya semakin cepat. Organisasi ke depan kira-kira seperti itu. Negara yang cepat akan mengalahkan yang lambat, bukan negara gede mengalahkan negara kecil, kita yakini,” jelas Jokowi.

Ketika ditanya kapan akan direalisasi perampingan tersebut, Jokowi menegaskan akan segera difinalkan. “Nanti kita finalkan,” tegas Jokowi.

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan tengah melakukan evaluasi terhadap 96 lembaga pemerintah. Dimana lembaga-lembaga tersebut ada yang dibentuk berdasarkan Keppres, Peraturan Pemerintah (PP) maupun Undang-Undang (UU).

“KemenPANRB mencoba melihat mencermati lembaga-lembaga yang urgensinya belum maksimal dan memungkinkan untuk diusulkan pembubaran,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *