Menteri Sosial Juliari Batubara
Menteri Sosial Juliari Batubara (Foto: Antara/Agus Salim)

Jurnalindonesia.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengaku menemukan adanya kejanggalan pada pembagian bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bagi warganya selama pandemi virus Corona.

Menurut Juliari, pembagian bansos di DKI Jakarta tidak sesuai dengan kesepakatan awal antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI.

Juliari mengklaim pihaknya telah melakukan pemeriksaan di 15 titik penyaluran bansos di DKI Jakarta, dan menemukan bahwa warga penerima bansos Kemensos sama dengan penerima bansos DKI.

“Pada saat Ratas (Rapat Terbatas) terdahulu, kesepakatan awalnya tidak demikian. Gubernur DKI meminta bantuan pemerintah pusat untuk meng-cover bantuan yang tidak bisa di-cover oleh DKI,” kata Juliari dalam Rapat Kerja Komisi VIII yang disiarkan langsung akun Youtube DPR RI, Rabu (6/5).

Baca: Sri Mulyani Sebut Anies Lepas Tanggung Jawab soal Bansos Warga DKI

Juliari mengatakan awalnya pemerintah pusat hanya akan menyalurkan bansos kepada warga yang tidak menerima bantuan Pemprov DKI. Jumlahnya sekitar 1,3 juta kepala keluarga.

Akibat kejanggalan itu, Kemensos akhirnya mengambil improvisasi kebijakan. Bansos Kemensos tetap disalurkan kepada penerima yang terdata. Namun, penerima Bansos Kemensos diimbau untuk berbagi kepada tetangga yang belum menerima.

“Apabila saat diantar kepada warga ditanyakan saja, apabila tetangganya ada yang belum menerima bantuan apapun dari manapun, ‘Apakah boleh dibagi sedikit?’. Hampir semua warga yang saya tanyakan menyanggupinya,” ujarnya.

Juliari juga menyampaikan ada masalah data yang mengakibatkan belum semua warga menerimanya. Per Selasa (5/5), Kemensos baru menyelesaikan penyaluran untuk 955.312 KK. Dia berharap DKI bisa segera merampungkan data penerima bansos.

“Sisa sekitar 300 ribu KK yang menunggu data tambahan dari Gubernur,” ucapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Pemprov DKI terkait pernyataan Juliari tersebut.

Baca juga: Anies Minta Pendatang ke DKI Dipersulit, Polisi: Yang Mau Periksa Siapa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *