Foto ilustrasi: Warga membawa makanan dan sayuran di Wuhan di provinsi Hubei tengah China (3/3/2020). (AFP/STR)

Jurnalindonesia.co.id – Kondisi negara China berangsur mulai pulih setelah mengalami pandemi virus Corona. Kini pemerintah China tengah berupaya mendongkrak kembali kehidupan ekonominya. Di industri otomotif, usaha China meningkatkan penjualan kendaraan adalah dengan memberi uang ke warga yang ingin beli mobil.

Industri otomotif merupakan salah satu sektor bisnis yang mendapat pukulan hebat akibat wabah COVID-19. Padahal industri otomotif memiliki peran besar dalam perputaran ekonomi China. Setidaknya ada 40 juta warga China bekerja di sektor yang terkait dengan industri tersebut.

Dilanda wabah virus Corona, bisnis penjualan mobil China mengalami penurunan yang sangat drastis.

Dalam kondisi normal, penjualan kendaraan sampai pertengahan April diprediksi mencapai 6 juta unit. Namun realisasi penjualan hanya 3,7 juta unit saja gara-gara pandemi virus corona.

Penurunan angka penjualan terbesar terjadi di Februari, sebesar 79%. Sementara pada Maret penurunan tercatat sebesar 43% jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Angka penjualan mobil di China terus membaik dalam dua bulan terakhir. Tapi masih jauh untuk bisa kembali ke kondisi semula. Permintaan warga China terhadap mobil baru masih sangat rendah.

“Saat rantai distribusi yang terganggu karena corona sudah membuat pusing pabrikan, permintaan yang menurun bisa lebih mengancam kehidupan (industri otomotif), (terlebih) setelah dua tahun beruntun ada kontraksi penjualan di China,” tulis Kepala Pengamat Ekonomi Asia Pasifik di Natixis, Alicia Garcia-Herrero.

Demi mensiasati dan mempercepat pemulihan industri otomotif, pemerintah China mengambil langkah yang terbilang ekstrim.

Dikutip dari CNN, pemerintah China sampai memberi uang pada warganya yang ingin membeli mobil. Kebijakan ini terjadi di lusinan provinsi di China.

Subsidi pembelian mobil yang diberikan pemerintah China terbilang besar. Per satu kendaraan mendapat US$ Rp 1.400 (sekitar Rp 21,8 juta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *