Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. (Foto: Antaranews)

Jurnalindonesia.co.id, Jakarta – Dewan Etik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty terbukti telah melakukan pelanggaran etik.

Pelanggaran kode etik yang dimaksud adalah terkait pernyataan Sitti mengenai wanita bisa hamil jika berenang bersama pria.

Ketua KPAI Susanto menuturkan, pihaknya telah menggelar Rapat Pleno yang dihadiri 9 Komisioner pada 17 Maret 2020 lalu. Dalam rapat tersebut, 8 Komisioner menerima rekomendasi dari Dewan Etik dan memberi waktu bagi Sitti untuk berpikir apakah pilih mengundurkan diri atau diberhentikan secara tidak hormat.

Menurut Susanto, batas waktu pengiriman surat pengunduran diri kepada ketua KPAI adalah sampai hari Senin, 23 Maret 2020, pukul 13.00 WIB. Jika sampai waktu yang ditentukan tersebut yang bersangkutan tidak memberikan surat pengunduran diri, maka KPAI akan bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan usulan pemberhentian terhadap Sitti jabatannya sebagai Komisioner KPAI.

Ketua KPAI, Susanto.
Ketua KPAI, Susanto. (Antaranews)

Namun, kata Susanto, hingga batas waktu yang ditentukan, KPAI tidak kunjung menerima surat pengunduran diri Sitti. Oleh karena itu, Susanto mengirimkan surat ke Presiden Jokowi untuk memberhentikan Sitti dari jabatannya sebagai Komisioner KPAI.

“KPAI telah menyampaikan surat kepada Bapak Presiden untuk memberhentikan Saudari SH dari jabatannya sebagai anggota KPAI melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Adapun surat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah disampaikan kepada Presiden,” tulis Susanto.

Nama Sitti Hikmawatty sempat menjadi perbincangan publik karena melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial.

Sitti pernah menyatakan bahwa wanita bisa hamil jika berenang di kolam renang bersama pria. Pernyataan tersebut berbuntut panjang hingga masyarakat di media sosial waktu itu mendesak pemerintah memberhentikan Sitti. Tak hanya itu, media asing juga menyoroti pernyataan Sitti tersebut.

Sitti kemudian meminta maaf atas kekeliruannya itu.

Selain soal kehamilan, Sitti pernah melontarkan pernyataan kontroversial hingga memicu polemik dengan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum. Saat itu, Sitti mengaku mewakili KPAI meminta audisi PB Djarum untuk dihentikan karena dinilai mengeksploitasi anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *