Ojek online
Ojek online. (Foto ilustrasi: merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman)

Jurnalindonesia.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memberikan promo cashback sebesar 50 persen khusus untuk pengemudi ojek online (ojol) yang melakukan pembelian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Program cashback alias pengembalian tunai itu diberikan kepada 10 ribu pengemudi ojol.

Namun, menurut pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, program tersebut terkesan tidak adil. Dia menyayangkan program tersebut hanya berlaku untuk ojek online. Padahal, jasa transportasi lainnya juga terpukul di tengah pandemi COVID-19 ini.

Menurutnya, ojek online bukanlah satu-satunya profesi pengemudi angkutan umum yang mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi COVID-19. Dia menilai, perhatian pemerintah dan BUMN terhadap pengemudi ojek online terlalu berlebihan.

“Walaupun dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ojek bukan termasuk angkutan umum. Seyogyanya pemerintah dan BUMN dapat bertindak adil terhadap seluruh profesi pengemudi angkutan umum,” kata Djoko dalam pernyataannya sebagaimana dilansir detikcom, Rabu (15/4/2020).

Djoko menegaskan, seharusnya pemerintah melalui BUMN dalam mengambil kebijakan sektor transportasi harus berlaku adil dan tidak memihak ke kelompok tertentu. Hal ini sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan pada pengusaha jasa angkutan lainnya.

“Seperti misalnya angkutan kota (angkot), taksi, ataupun bus-bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan antar kota antar Provinsi (AKAP), bus pariwisata, angkutan antar jemput antar provinsi (AJAP) atau travel, bajaj, becak motor, bentor (becak nempel motor), ojek pangkalan (opang) dan sudah pasti juga para pelaku usaha jasa angkutan barang/logistik,” ujar Djoko.

Menurutnya, jika pemerintah dan BUMN mau adil, tidak hanya pengemudi ojol yang mendapatkan cashback BBM atau bentuk bantuan lainnya. Sebaiknya juga diberikan bantuan kepada seluruh pengemudi transportasi umum yang lainnya.

“Ketidakadilan ini harus segera diakhiri, supaya ketegangan di kalangan masyarakat bisa mereda. Negara ini sedang dirundung duka janganlah lagi ditambah masalah akibat ketidakadilan itu,” pungkas Djoko.

Untuk informasi, cashback tersebut akan diberikan untuk pembelian bensin Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo melalui aplikasi MyPertamina. Promo berlaku hingga 12 Juli 2020. Promo ini hanya dapat dinikmati untuk maksimal cashback sebesar Rp15 ribu.

“Untuk sobat rider ojek online, dapatkan cashback 50 persen maksimal Rp 15.000 bagi 10.000 pengendara ojek online perhari, untuk pembelian Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo dengan aplikasi MyPertamina,’ tulis Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melalui unggahan di akun Twitter-nya, @basuki_btp, Senin 13 April 2020.

Selain cashback, pengemudi ojek online juga bisa mendapatkan kupon undian program BBM 2020. Disediakan berbagai macam hadiah, seperti mobil Porsche Boxster dan emas batangan.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan pengemudi ojol untuk bisa mendapatkan kupon ini:

1. Download aplikasi MyPertamina dan aktifkan fitur LinkAja.

2. Lakukan pembelian BBM non-subsidi dengan pembayaran non-tunai LinkAja dari aplikasi MyPertamina.

3. Buat screenshot pada user profile mitra ojek online, kemudian unggah (upload) ke MyPertamina.

4. Unggah screenshot bukti pembayaran BBM dengan LinkAja dan masukkan Reference Number.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *