Perawat di Rumah Sakit di Wuhan
Perawat di Rumah Sakit di Wuhan sedang menangani pasien yang terpapar virus Corona. (Foto: Weibo/Reuters)

Jurnalindonesia.co.id – Hasil penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal Emerging Infectious Diseases menyebutkan, jarak aman mencegah penyebaran virus Corona bukanlah 2 meter, melainkan minimal 4 meter.

Angka tersebut jauh dari jarak sosial yang selama ini direkomendasikan, yaitu 6 kaki bahkan 3 kaki (atau 1-2 meter).

Selain itu, dalam penelitian yang dilakukan oleh tim di Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing tersebut dinyatakan bahwa virus Corona juga bisa menyebar lewat sepatu seseorang.

“Karakteristik distribusi aerosol menunjukkan bahwa jarak transmisi (COVID-19) mungkin 13 kaki (4 meter),” demikian tertulis dalam laporan itu.

“Selain itu, setengah dari sampel sol sepatu staf medis ICU diuji positif,” tulis para peneliti dari sampel yang diambil di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan.

“Karena itu, sol sepatu staf medis mungkin berfungsi sebagai pembawa (carrier).”

Baca juga: Dipuji Banyak Negara, Bagaimana Cara Vietnam Melawan COVID-19?

Laporan itu menegaskan kembali kekhawatiran bahwa pedoman jarak sosial sejauh 6 kaki mungkin tidak cukup. Hal ini juga menunjukkan fakta bahwa seseorang — terutama staf medis di garis depan — secara tidak sengaja dapat menyebarkan dari sumbernya.

Karena itu merekomendasikan langkah-langkah penyemprotan disinfektan yang ketat.

Sebelumnya, Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan jarak 6 kaki untuk jarak sosial. Hal itu dinyatakan salah satunya oleh spesialis penyakit menular dari Cleveland Clinic, Steven Gordon, MD.

Sementara WHO menyatakan 3 kaki sudah cukup, kurang dari seperempat jarak yang menurut studi saat ini bisa menyebar.

Menurut WHO, sebaiknya mempertahankan jarak setidaknya 1-3 meter ketika berada di tempat umum terlebih jika ada seseorang yang batuk atau bersin.

Baca Juga: Dinilai Lambat Tangani Corona, Hampir 1 juta Warga Tandatangani Petisi Desak Dirjen WHO Mundur

Dengan melakukan hal tersebut, diyakini dapat mencegah diri dari terpapar COVID-19.

Sebab, virus tersebut telah terbukti mudah menular saat gejala masih ringan yakni di masa inkubasi.

Namun dengan adanya temuan baru ini timbul pertanyaan mengenai imbauan pemerintah mengenai social distancing sejauh minimal 2 meter.

Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa virus dapat bertahan di lantai. Bahkan bisa bertahan di permukaan yang kerap disentuh seperti mouse komputer, tempat sampah, kenop pintu dll.

Setelah separuh sampel dari sol staf medis ICY mengandung virus corona, para peneliti mulai memperingatkan hal tersebut.

“Sol sepatu staf medis mungkin berpotensi sebagai pembawa (virus),” kata para peneliti sebagaimana dilansir The New York Times.

Baca juga: Arab Saudi Sewa Hotel untuk Karantina Warga yang Terpapar Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *