Pejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jurnalindonesia.co.id, DKI Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merilis panduan resmi mengenai beberapa hal yang tidak akan bisa dilakukan oleh masyarakat Jakarta saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Untuk informasi, setelah usulan status PSBB disepakati Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan masa PSBB dari tanggal 10 hingga 23 April.

Dalam masa PSBB tersebut, ada sejumlah tempat yang ditutup, seperti sekolah atau tempat belajar lain, tempat hiburan, juga beberapa lokasi lain. Selain itu, ada pembatasan transportasi publik, dari kapasitas hanya 50 persen sampai waktu operasi hanya pukul 06.00 sampai 18.00 WIB.

Baca juga: Pemkot Bogor Minta KRL Berhenti Operasi Selama PSBB 14 Hari

Anies ingin warga Ibu Kota disiplin mengikuti PSBB. Jadi, bisa dicontoh oleh wilayah lain yang akan melaksanakan PSBB.

“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan Jakarta yang pertama kali melaksanakan PSBB ini, sementara masalah COVID ini sudah dialami di 33 provinsi. Kita harus tunjukkan di Jakarta bahwa kita bisa disiplin,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020).

Berikut panduan yang harus diperhatikan warga saat masa PSBB di Jakarta:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *