Daerah, Jawa Timur, Kriminal

Polisi Tetapkan Tri Susanti Tersangka Rasisme Mahasiswa Papua di Surabaya

Tri Susanti atau Susi sempat menjadi saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang perselisihan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (Foto: Adhi Wicaksono)

Polda Jawa Timur (Jatim) resmi menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka atas kasus ujaran Bernada Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) serta penghasutan dan atau Hoaks. Dia merupakan salah satu koordinator lapangan (korlap) yang ikut menggeruduk asrama mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya pada 16 Agustus 2019.

“Dilaporkan bahwa telah ditetapkan satu tersangka berinisial TS (Tri Susanti). Dia adalah Wakil Ketua Ormas FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-POLRI),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: Buntut Insiden Papua, FKPPI Kota Surabaya Pecat Tri Susanti

Dedi mengatakan Tri Susanti dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera juga menuturkan, penetapan tersangka Susi ini diperkuat oleh sejumlah alat bukti di antaranya adalah keterangan 16 orang saksi yang telah diperiksa penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Kemudian, ada pula keterangan sejumlah saksi ahli yang telah dihimpun pihaknya.

“Yang pertama, ada 16 [orang] yang sudah kami periksa, kemudian kedua, ada beberapa saksi ahli juga, ada ahli ITE, ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli komunikasi kita sudah periksa,” katanya.

Lebih lanjut, kata Barung, penetapan tersangka ini juga berdasarkan bukti-bukti video dan unggahan-unggahan di media sosial.

“Yang ketiga, video yang kita dapatkan dari media maupun unggahan di media sosial, itu bukti digital, karena ini berkaitan dengan UU ITE,” kata Barung.

Baca Juga: Fadli Zon Desak Polri Tangkap Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

Barung menambahkan, pemeriksaan dan penyidikan masih terus berjalan, ia pun tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus ini.

“Sementara masih Susi, tapi proses kan berkembang terus,” ujar Barung.

Sementara itu, kuasa hukum Susi, Sahid, mengaku baru mengetahui penetapan tersangka kliennya tersebut. Ia mengatakan dirinya akan lebih dulu mengkomunikasikan hal ini dengan Susi.

“Belum dikabari sama sekali. Terkait pasal 45, aku juga belum baca soalnya kemarin pemeriksaan seputar pasal 28. Saya koordinasi lebih dulu dengan pihak polda,” kata dia, saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Abu Janda Tuding FPI Pemicu Kerusuhan di Manokwari Papua

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum. Tak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Kedua aksi ini ditengarai akibat kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur serta Semarang Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku terus memantau kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat pascakerusuhan. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, kondisi di dua wilayah tersebut saat ini telah kondusif.

“Tadi pagi saya telepon Pak Gubernur Mandacan (Dominggus Mandacan) di Papua Barat untuk tanyakan mengenai Manokwari seperti apa. Sudah baik, Sorong seperti apa, sudah baik,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Provinsi NTT, Rabu 21 Agustus 2019.

Loading...