Nasional

Soal Ceramah Salib, Ahok ke UAS: Berdoa Saja

Basuki Tjahja Purnama (Ahok)

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok menyarankan Ustaz Abdul Somad atau UAS untuk banyak berdoa dalam menghadapi tudingan pencemaran agama yang tengah dia hadapi. Sebagai umat Nasrani, Ahok mengaku tak mempermasalahkan ucapan UAS.

Ahok mengaku tak terlalu mengikuti masalah yang tengah melilit penceramah kondang tersebut. Namun dia menyatakan bahwa ucapan UAS soal salib dan patung dalam video yang sempat viral di media sosial itu biasa saja.

Baca Juga: Soal Ceramah UAS, Quraish Shihab: Jika Itu Saya, Saya akan Minta Maaf

“Saya enggak tahu, bagi saya itu biasa saja,” ujar Ahok di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin 26 Agustus 2019.

Ahok juga tidak mempermasalahkan UAS yang tidak mau menyampaikan permintaan maaf atas kasus penistaan agama.

“Nggak apa-apa (tidak minta maaf), saya kira oke aja,”ujar Ahok.

Baca Juga: UAS Tegaskan Dirinya Tak Perlu Minta Maaf Atas Kontroversi Ceramah Salib

Seperti diketahui, Ahok sempat dipenjara selama 1 tahun 8 bulan setelah divonis bersalah dalam kasus penistaan agama. Ahok bebas pada 24 Januari 2019 lalu.

Ahok menyarankan UAS untuk berdoa agar mengenal tuhan lebih baik.

“Berdoa saja, yang penting kenal Tuhan dengan benar” ujarnya.

UAS dalam sebuah rekaman video ceramahnya menyinggung soal salib yang viral di sosial media. Dia kemudian dilaporkan atas dugaan penistaan agama oleh beberapa pihak yaitu Horas Bangso Batak, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan seseorang bernama Sudiarto.

Meskipun memicu kontroversi, UAS secara tegas menyatakan tak akan meminta maaf atas ucapannya itu. Dia menyatakan bahwa apa yang dia ucapkan merupakan ajaran Islam yang merupakan agamanya.

Baca Juga: MUI Minta Kasus UAS Soal Salib Diselesaikan Secara Damai

Sebelumnya diberitakan, beberapa pihak melaporkan UAS ke polisi. Setidaknya ada empat pihak yang telah melaporkan UAS yaitu Horas Bangso Batak (HBB), seorang dosen universitas swasta di Jakarta bernama Manotar Tampubolon, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Presidium Rakyat Menggugat (PRM).

Salah satu pelapor yaitu GMKI melaporkan UAS melakukan tindak pidana penistaan agama yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156 A.

Loading...