Daerah, Jawa Timur

Buntut Insiden Papua, FKPPI Kota Surabaya Pecat Tri Susanti

Tri Susanti atau Susi sempat menjadi saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang perselisihan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. (Foto: Adhi Wicaksono)

Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI) mencopot keanggotaan Tri Susanti (Mak Susi). Keputusan itu diambil setelah Mak Susi mencatut nama FKPPI serta menjadi korlap aksi massa yang mendatangi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya, Hengki Jajang Permana kepada wartawan menegaskan, pihaknya telah memutuskan untuk mencabut keanggotaan Mak Susi dari FKPPI Kota Surabaya.

Baca Juga: Fadli Zon Desak Polri Tangkap Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

“Saudari Tri Susanti adalah Wakil Ketua PC 1330 FKPPI Kota Surabaya. Kami telah putuskan untuk mencabut yang bersangkutan dari keanggotaan. Kami akan panggil saudara Tri Susanti di kantor untuk diberitahukan suratnya. Masih ada ruang untuk klarifikasi. Tapi keputusan sudah final dan tidak bisa berubah,” kata Hengki.

Menurut Hengki, keputusan memecat Susi setelah pihaknya berdiskusi dengan Pengurus Daerah XIII FKPPI Jawa Timur. Keputusan pemecatan resmi dilayangkan pada Kamis (22/8/2019).

“Pencabutan keanggotaannya sejak malam (kemarin),” tuturnya.

Ketua Pengurus Daerah XII FKPPI Jawa Timur, Gatot Sudjito dalam kesempatan yang sama juga menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan pendampingan atau advokasi hukum kepada Mak Susi.

“Karena keanggotaannya kami copot, otomatis jabatan Tri Susanti sebagai Wakil Ketua Pengurus Cabang 1330 FKPPI Surabaya juga harus ditinggalkan,” tegas Gatot yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar ini.

Baca Juga: Abu Janda Tuding FPI Pemicu Kerusuhan di Manokwari Papua

Gatot mengatakan, Susi mengikuti unjuk rasa tersebut tanpa persetujuan FKPPI. Apalagi, kata Gatot, rupanya Susi menggunakan nama organisasi.

Terkait alasan Mak Susi yang turun ke Asrama Mahasiswa Papua karena terpanggil setelah mengetahui Bendera Merah Putih dibuang di selokan, Gatot menjelaskan, hingga saat ini bukti tersebut belum ada dan belum jelas siapa yang bertanggung jawab.

Diketahui, Tri Susanti (Mak Susi) mengaku sebagai salah satu perwakilan masyarakat yang mendatangi asrama mahasiswa Papua meminta maaf di depan media. Permintaan maaf ini terkait adanya salah satu oknum yang meneriakkan kalimat rasis saat aksi di Asrama Mahasiswa Papua (AMP).

“Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf, apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu,” kata Korlap Aksi Ormas Surabaya, Tri Susanti di Mapolda Jatim, Selasa (20/8/2019).

Mak Susi mengklarifikasi jika alasannya mendatangi AMP hanya untuk membela Merah Putih yang isunya dirusak hingga dibuang.

Selain itu, Mak Susi menegaskan, pihaknya juga tak melakukan pengusiran kepada mahasiswa. Dia hanya ingin bendera merah putih dapat berkibar di AMP.

“Kami ini hanya ingin menegakkan bendera merah putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak untuk memasang. Jadi ini bukan agenda yang pertama kali,” pungkasnya

Mak Susi yang merupakan warga Kenjeran Surabaya ini pernah menjadi saksi Prabowo-Sandi dalam sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa bulan lalu.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Kadernya Damaikan Situasi di Papua Barat

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon juga mengaku tidak tahu informasi yang menyebut Mak Susi adalah mantan Caleg Gerindra untuk DPRD Kota Surabaya.

“Saya tidak tahu dan akan melakukan investigasi,” tegas Fadli Zon kepada wartawan saat mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Loading...