Daerah, Jawa Timur, Papua Barat

Abu Janda Tuding FPI Pemicu Kerusuhan di Manokwari Papua

Permadi Arya (Abu Janda)

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menuding Front Pembela Islam (FPI) sebagai pemicu kerusuhan di Manokwari Papua beberapa hari lalu.

“Gara-gara FPI geruduk asrama Papua di Surabaya, sekarang warga Papua marah tidak terima sampai rusuh bakar-bakaran,” tulis Abu Janda di akun twitter @permadiaktivis, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Rusuh di Papua, Jokowi: Emosi Boleh, Tetapi Memaafkan Lebih Baik

Abu Janda juga mengkritisi manfaat ormas yang dikomandoi Imam Besar FPI  Rizieq Shihab tersebut tetap eksis di masyarakat. Menurutnya, FPI hanya menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jadi pertanyaannya: APA manfaat ormas FPI sebenarnya? Selain geradak geruduk warung, rumah ibadah, agama & etnis minoritas picu konflik horisontal?” tulis Abu Janda.

Tulisan Permadi kemudian mendapat tanggapan beragam dari warganet. Kicauan tersebut telah di-retweet lebih dari 6036 kali dan disukai 6363-an netizen.

Tulisan Permadi mendapat dukungan dari sejumlah netizen yang membenarkan tulisannya tersebut. Seperti akun @jiensatria yang mendukung tudingan Permadi.

“Untuk Mempertanggungjawabkan Perbuatannya, Sy berharap Ormas FPI Ini segera di Kirim ke Wanokwari,Sorong,dan jaya Pura Untuk Berhadapan secara terbuka Kpd Masyarakat Papua,” tulis akun @jiensatria.

Baca Juga: Dituding Jadi Pemicu Konflik di Papua, Tri Susanti Minta Maaf dan Beri Penjelasan

Begitu juga dengan akun @paritkesit_88 yang menyepakati tulisan Permadi tersebut. “FPI itu Sgt Berjasa Bagi Negara Ini,  Dia telah BerhAsil Menciptakan ONAR..!! #BubarkanFpi #BubarkanFPI,” kicau akun @paritkesit_88.

Seperti diketahui, Sabtu (17/8/2019), asrama mahasiswa Papua di Surabaya digeruduk massa. Beberapa di antara mereka terlihat membawa atribut FPI. Penggerudukan itu didasarkan pada sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya, yang mengatakan telah terjadi pembuangan bendera Merah Putih di asrama Papua tersebut. Sejumlah anggota Polisi turun ke TKP dan menyergap para penghuni asrama. Puluhan mahasiswa Papua diamankan dan diintrogasi ber jam-jam. Setelah itu, mereka dibebaskan tanpa satupun dari mereka yang ditetapkan sebagai tersangka.

Warga Papua di Manokwari geram mendengar informasi tersebut. Mereka turun ke jalan hingga merusak sejumlah fasilitas umum. Bahkan, gedung DPRD setempat dibakar oleh warga.

Loading...