Mancanegara

Zakir Naik Diduga Selewengkan Dana Umat buat Beli 20 Apartemen

Zakir Naik, pengkhotbah Islam kontroversial asal India, kuat diduga menyelewengkan dana bantuan dari negara-negara Islam yang diperuntukkan bagi kesejahteraan umat Islam. Menurut laporan media India, dana sumbangan yang digelapkan itu dikumpulkan dalam bentuk aset senilai RS 193 Crore atau setara Rp 397 miliar.

Seperti diberitakan Times of India, Selasa (26/3/2019), bahwa aset-aset itu termasuk setidaknya 20 flat yang berdiri di kota-kota Mumbai dan Pune, India.

BACA JUGA: Enggan Pulang ke India, Zakir Naik Ungkap Kekhawatirannya Akan Disiksa

Laporan itu mengutip hasil penyelidikan pencucian uang oleh Direktorat Penegakan (ED) India. Laporan ED menyatakan Zakir menggunakan yayasannya, Islamic Research Foundation (Yayasan Penelitian Islam)—yang dimaksudkan untuk kesejahteraan sosial komunitas Muslim—untuk mengumpulkan sumbangan dan mengalihkan hasilnya untuk membeli properti.

Baca Juga:  Bos Alibaba Jadi Penasihat "E-commerce" Indonesia

Dia juga dituduh mengumpulkan donasi sebesar Rs65 crore dari Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, Kuwait dan Oman, antara 2014 dan 2017.

ED bahkan melacak dana Rs49 crore yang diterima dari sumber yang tidak dapat dijelaskan di Dubai yang selanjutnya dia gunakan untuk memesan setidaknya 20 flat di Mumbai dan Pune.

organisasi Zakir Naik, yakni Islamic Research Foundation (IRF, Yayasan Penelitian Islam).

Penyelidikan ED mengungkapkan bahwa sembilan flat seharga Rs13 crore dipesan di Mumbai atas nama istri dan putranya, dan 11 flat lainnya di Pune.

Baca Juga:  Tokoh Agama Ini Sediakan Rp97 Juta Bagi Siapa yang Penggal Kepala Zakir Naik

“Jumlah pemesanan dibayar dengan rute dari dana yang tidak dijelaskan yang diterima oleh Zakir melalui rekening bank dari istri, putra dan keponakannya,” kata seorang sumber dalam penyelidikan tersebut.

Jejak transaksi juga mengungkapkan investasi Zakir sekitar Rs13 crore atas tiga properti di Mazgaon, Mumbai, dialihkan melalui rekening bank ibu, ayah dan saudara perempuannya.

Menurut ED, sumber dana itu tetap tidak dapat dijelaskan. ED pada Jumat (21/3/2019) lalu menangkap Abdul Kadir Najmudin Sathak, seorang pembantu Zakir, karena diduga membantu untuk mentransfer dana yang meragukan dari UEA kepadanya.

BACA JUGA: Tokoh Agama Ini Sediakan Rp97 Juta Bagi Siapa yang Penggal Kepala Zakir Naik

Baca Juga:  Ulama dari 50 Negara di Timur Tengah Marah Agama Dipolitisasi untuk Picu Konflik

Zakir, yang diburu di negara asalnya India atas tuduhan pencucian uang dan terorisme, telah tinggal di Malaysia. Dia saat ini memiliki tempat tinggal permanen di negara tetangga Indonesia tersebut.

Pada Juli lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia tidak akan mendeportasi Zakir selama dia tidak menciptakan masalah di Malaysia.

Keberadaan Zakir, 53, di Malaysia telah dikecam oleh berbagai kelompok di negara itu karena ceramahnya dianggap tidak menghormati agama lain.