Kriminal

Tak Puas Hukuman Dikurangi, Ahmad Dhani Ngotot Cari Kebebasan

Terdakwa Ahmad Dhani saat menjalani sidang lanjutan di PN Surabaya, Jatim. (Suara.com/Achmad Ali)

Ahmad Dhani nampaknya tidak puas dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang telah mengurangi masa hukumannya. Ahmad Dhani tetap ingin divonis bebas atas kasus ujaran kebencian.

Sebelumnya, permohongan banding Ahmad Dhani diterima. PT DKI Jakarta melalui putusan Nomor 58/Pidana.Sus/2019/PT.DKI mengubah vonis hukuman bagi Ahmad Dhani. Sebelumnya, Ahmad Dhani dijatuhi hukuman 1,5 tahun dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 28 Januari. Dengan putusan PT DKI Jakarta, majelis hakim mengurangi vonis hukuman menjadi 1 tahun.

“Kita akan tetap melakukan upaya kasasi terhadap putusan tersebut, bahkan sehari pun hukuman itu kita akan melakukan kasasi, ini untuk kepentingan penegakan hukum ke depannya,” kata pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, Kamis (14/3/2019).

Hendarsam justru menilai pengurangan hukuman terhadap kliennya itu menunjukkan majelis hakim PT DKI Jakarta mempunyai pandangan yang sama bahwa Ahmad Dhani tak bersalah atas kasus ujaran kebencian. Namun, karena putusan PN Jaksel telah memutuskan Ahmad Dhani bersalah dan menjatuhkan vonis hukuman 1,5 tahun, majelis hakim pun mengambil jalan tengah dengan mengurangi masa hukuman.

Baca Juga:  Ditjen Pajak Ungkap Kedatangan Ahmad Dhani yang Sebenarnya ke Kantor Pajak

“Secara psikologis, majelis hakim punya pandangan sama dengan kami bahwa sebenarnya Ahmad Dhani tak bersalah. Cuma telanjur ditahan di tingkat PN, maka hakim mengambil jalan tengah. Karena, kalau bersalah, seharusnya hukumannya sama atau lebih tinggi,” ucapnya.

BACA JUGA: Ahmad Dhani Minta Keringanan Hakim: Kasihani Saya

Sebelumnya, Hendarsam juga melayangkan surat penangguhan penahanan atas kliennya kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sebab, menurut dia, tak ada urgensi penahanan terhadap kliennya. Selain dari itu, terdapat jaminan dari Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah sehingga tak ada alasan bagi pengadilan menolak penangguhan penahanan itu.

“Ahmad Dhani tak pernah diperiksa, lalu urgensi penahanannya apa? Kemudian sudah ada jaminan dari DPR sehingga tak ada alasan tak dikabulkan,” katanya.

Pendapat senada disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. BPN menilai putusan terhadap Ahmad Dhani tidak adil.

Baca Juga:  Dituntut 2 Tahun Penjara, Dhani Sebut Ada Unsur Balas Dendam

“Buat kami, harusnya Ahmad Dhani bebas demi hukum,” ujar Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Perbuatan Dhani, menurut Dasco, tidak memenuhi unsur ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam undang-undang. Karena itu, dia meminta agar Dhani dibebaskan.

“Karena apa? Yang dilakukan Ahmad Dhani tidak memenuhi unsur. Harusnya nggak dikurangi saja, tapi dibebaskan,” katanya.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengubah vonis hukuman bagi musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Melalui putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor 58/Pid.Sus/2019/PT.DKI, majelis hakim menyatakan menerima permintaan banding dari terdakwa. Ahmad Dhani, yang sebelumnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara melalui putusan PN Jakarta Selatan 28 Januari 2019 mendapatkan pengurangan hukuman menjadi satu tahun penjara.

“Untuk alasannya, silakan bisa dibaca di hasil putusan PT DKI. (Mengenai pertimbangan) saya tidak bisa komentar banyak,” tutur humas PT DKI Jakarta Johanes Suhadi, Kamis (14/3).

Dalam amar putusan PT DKI Jakarta yang dibacakan pada Rabu (13/3), majelis hakim menyatakan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh lakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan.

Baca Juga:  Ahmad Dhani Sebut Kabar Ma'ruf Amin Akan Disabotase Datang dari Langit

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun,” tertulis dalam amar PT DKI Jakarta yang dipublikasikan.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim menetapkan lamanya terdakwa dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Selain itu, majelis menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan.