Jawa Tengah, Kriminal

Dilaporkan ke Polisi, Subkhan Petani Brebes: Saya Korban Fitnah!

Moh Subkhan (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Moh. Subkhan (42), seorang petani bawang asal Desa Tegalglagah, Bulakamba, Brebes, Jateng, dilaporkan ke Polres Brebes karena kasus penganiayaan. Subkhan membatah tudingan itu bahkan menuding pelapor hanya sebagai alat kriminalisasi terhadapnya.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan Subkhan terhadap Sukro (60) warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, terus bergulir. Saat dikonfirmasi, Mantan Komisioner KPUD Brebes itu membantah tuduhan tersebut. Dia menyebut pelaporan itu telah diputarbalikkan dari fakta.

“Tidak benar, kenapa diputarbalikkan fakta. Orang tua (Sukro-red) itu yang menceritakan masa lalu saya pernah dirawat di RSJ,” ungkap Subkhan, seperti dikutip Detik.

Dirinya lalu menceritakan bahwa saat bertemu Sukro, dia memegang tangan Sukro namun ditolak. Ketika pegangan tangan lepas, Sukro justru mencakar leher Subkhan.

Baca Juga:  Bukan Buni Yani yang Salah Tapi Mesin Facebook-nya, kata Kuasa Hukum

“Saya korban fitnah. Demi Allah saya tidak melakukan penganiayaan. Tidak memukul sama sekali, sayang tangan saya mukul dia. Dia yang mencakar leher saya. Terjadi pemutarbalikkan fakta,” ungkap Subkhan.

“Kakek itu dijadikan alat untuk melakukan kriminalisasi terhadap saya. Dalang pembuat video harus diusut tuntas. Karena anak saya jadi gunjingan, punya bapak gila,” lanjut Subkhan.

Sementara menanggapi tudingan Subkhan tersebut, KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno secara tegas membantahnya. Penanganan kasus penganiayaan, menurut KBO Reskrim dilakukan berdasarkan fakta hukum.

“Ini sesuai fakta hukum. Ada keterangan saksi ada hasil visum. Tidak benar kalau ini dianggap sebagai upaya kriminalisasi terhadap Subkhan,” tegas Iptu Triyatno.

Baca Juga:  Rizieq Kembali Dilaporkan ke Polda Metro, Kali Ini oleh Seorang Hansip

Dikemukakan pula, kasus dugaan ini sudah masuk tahap gelar perkara yang akan digelar pada sore ini. Setelah dilakukan gelar perkara, pihaknya akan segera menetapkan tersangka.

“Nanti setelah gelar (perkara) baru ada tersangka,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ingat Subkhan Petani Bawang yang Curhat ke Sandiaga? Dia Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penganiayaan Seorang Kakek

Seperti diberitakan sebelumnya, Moh Subkhan dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pengaiayaan terhadap Sukro (60) warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Kasus dugaan penganiayaan itu, terjadi di sebuah jalan masuk Dukuh Tegalglagah Kidul, Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Kejadian ini dipicu testimoni atau pengakuan Sukro yang menyatakan bahwa Subkhan pernah menderita penyakit gangguan jiwa (gila). Pernyataan ini kemudian diunggah di medsos hingga menyebabkan Subkhan marah.

Sukro (60), seorang kakek yang diduga dianiaya Subkhan. (Foto: Istimewa)

Sebagai informasi, nama Moh. Subkhan sempat ramai diperbincangkan pada pertengahan Februari 2019 lalu setelah aksi curhatnya di depan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahudin Uno. Di hadapan Sandiaga, Subkhan sempat menangis karena mengaku kesulitan mengangsur kredit di Bank Puspa Kencana Brebes.