Jawa Tengah, Kriminal

Ingat Subkhan Petani Bawang yang Curhat ke Sandiaga? Dia Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penganiayaan Seorang Kakek

Moh. Subkhan saat curhat ke Sandiaga beberapa waktu lalu

Moh. Subkhan, petani bawang merah asal Brebes yang sempat menjadi bahan perbincangan di media sosial beberapa waktu lalu, dilaporkan ke Polres Brebes pada Sabtu (9/3/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pria berusia 42 tahun itu dilaporkan atas tuduhan telah menganiaya seorang kakek bernama Sukro (60), warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Kasubbag Humas, Iptu Umi Antum Farich, membenarkan adanya pelaporan tersebut.

“Sabtu malam, seorang warga bernama Sukro datang ke Mapolres Brebes melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan Moh. Subkhan,” kata Farich, Minggu (10/3) seperti dikutip Kumparan.

Menurut Farich, kasus dugaan penganiayaan itu terjadi di sebuah jalan di wilayah Dukuh Tegalglagah Kidul, Desa Tegalglagah.

Baca: Dipolisikan Subkhan Petani Bawang, Guntur Romli Makin Curiga Ada Sandiwara

Berdasarkan keterangan Sukro kepada polisi, kejadian berawal ketika Sukro dan seorang warga bernama Abdullah sedang berada di jalan tersebut. Keduanya tengah memperbaiki posisi baliho salah satu caleg yang kondisinya miring.

Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti mendadak. Sang pemilik mobil, Moh. Subkhan, langsung menghampiri Sukro. Mantan Komisioner KPUD Brebes itu menanyakan ke Sukro mengenai pembuatan video yang berisi pernyataan dirinya gila.

“Saat itu mereka saling adu mulut dan saling dorong mendorong yang diduga berakhir dengan pemukulan oleh Subkhan terhadap Sukro,” kata Farich.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka di bagian bibirnya.

“Karena pemukulan itu, korban mengalami luka pecah di bibir dan dada sesak akibat dorongan,” jelas Farich.

Sukro. (Foto: Kumparan)

Baca juga: Viral Permintaan Maaf Tentang Sandiwara Petani Bawang, Ini Kata Subkhan

Saat terjadi cek cok hingga adu dorong, Abdullah sempat mencoba melerai dengan cara menarik kaos Subkhan dari belakang sambil berteriak minta tolong, sehingga banyak warga yang keluar. Dua di antara warga adalah Syarif dan Edi, yang saat itu membantu memarkirkan mobil Subkhan yang melintang di tengah jalan.

“Karena dipukul, Sukro pun kemudian berlari menuju rumah Tohari, orang tua dari Likun, untuk meminta pertolongan. Kemudian disuruh istirahat sebentar selanjutnya disarankan untuk membuat visum atau memeriksakan luka yang di alami Sukro ke Puskesmas Bulakamba,” ungkapnya.

Akhirnya, Sukro dengan didampingi dua orang saksi, yakni Abdullah dan Syarif, memutuskan untuk melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Polres Brebes. “Sampai saat ini polisi sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait pelaporan itu, Subkhan mengaku hanya membela diri.

“Badan saya ada bekas cakaran, karena kaos saya saat itu ditarik-tarik saat dorong-dorongan. Saya membela diri saja,” ucap Subkhan.

Warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, itu menyebut, dirinya bertemu Sukro cuma ingin mengklarifikasi terkait video yang beredar di media sosial yang isinya dianggap mendiskreditkanya sebagai petani tak waras alias gila.

“Saya enggak terima harga diri direndahkan dengan cara seperti itu. Ini sudah mulai terbongkar, bahwa Sukro-lah yang menjadi otak pembuat video. Untuk kemudian disebarkan di medsos. Malam itu ketemu, ya saya tanyakan alasan kenapa membuat video seperti itu dan menyebarkannya,” pungkasnya.

Berikut video yang dipersoalkan Subkhan:

Sebagai informasi, nama Moh. Subkhan sempat ramai diperbincangkan pada pertengahan Februari 2019 lalu setelah aksi curhatnya di depan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahudin Uno. Di hadapan Sandiaga, Subkhan sempat menangis karena mengaku kesulitan mengangsur kredit di Bank Puspa Kencana Brebes.

Baca juga: Tak Terima Dituduh Bersandiwara, Subkhan Petani Bawang Laporkan Guntur Romli

Loading...