Nasional

Romy PPP Sebut HTI Sembunyi di Belakang Prabowo

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Ilustrasi: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar Rapat dan Pawai Akbar (RPA) 1436 H tahun 2015 bertajuk Bersama Umat Tegakkan Khilafah. (Foto: Antara/Dewi Fajriani)

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebut kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ‘bersembunyi’ di belakang kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Pasalnya, HTI telah dibubarkan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Jokowi membubarkan HTI setelah berkonsultasi dengan ormas-ormas (organisasi masyarakat) besar Islam dan pimpinan partai politik Islam. HTI yang ingin mendirikan khilafah dianggap tidak mengakui Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata pria yang akrab disapa Romy itu melalui siaran pers, Rabu (6/3/2019).

Menurut Romy, HTI tidak punya pilihan lain kecuali mendukung Prabowo-Sandi. Pasalnya, bila Jokowi terpilih lagi, HTI pasti tidak bisa lagi berkembang di Indonesia. Sementara, lanjut dia, jika Prabowo menang, HTI bisa mengembangkan paham khilafah termasuk paham intoleran lainnya.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romy).

Romy menambahkan selama ini sejumlah kelompok Islam garis keras, termasuk HTI, membangun narasi Prabowo sebagai pembela Islam. Namun, narasi pembela Islam ini terbukti bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Baca Juga:  Mahkamah Agung Sahkan Pembubaran HTI

“Mereka akhirnya tidak peduli pada keislaman Prabowo karena merasa hanya dengan Prabowo menanglah HTI bisa kembali muncul dan tidak dilarang seperti di pemerintahan Pak Jokowi,” ujar dia.

Namun, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, membantah tudingan Romy. Andre mengatakan pernyataan itu adalah hoaks.

“Itu fitnah dan tuduhan keji dari seorang Romahurmuziy yang mengaku tokoh Islam,” kata Andre saat dihubungi Medcom.id.

Baca Juga:  Terkait Cerita Freddy Budiman: Polisi, BNN, dan TNI 'Ngamuk' dan Laporkan Haris Azhar ke Bareskrim

Andre menilai sikap Romy yang menuding HTI di belakang kubu Prabowo-Sandi sangat tidak etis. Terlebih, Romy dinilai tak punya bukti kalau HTI ada di belakang Prabowo.

“Ini menunjukkan kubu Pak Jokowi panik dan mulai ‘terindikasi’ menggunakan segala cara,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

Andre menyesalkan sikap Romy. Andre menilai pernyataan itu sangat tidak patut terlontar dari seorang yang mengaku tokoh muslim.

Baca Juga:  Dimintai Pendapat Soal Pemerintahan Jokowi, Ustaz Somad: Mantap! Tapi Alasannya Begini

“Kalau Romy main fitnah kejam, saran saya enggak usah pakai sorban lagi di dada itu karena fitnah dan tuduhan keji ini bukan cara-cara islami,” kata Andre.

MEDCOM