Daerah, Sumatera Utara

Provokasi di Acara Harlah NU, 11 Anggota FPI Jadi Tersangka

11 anggota FPI yang provokasi pada peringatan Harlah NU ke-93 di Tebing Tinggi, Sumut ditahan. (Foto: iNews.id/Abdullah Sani Hasibuan)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menetapkan 11 orang yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka dalam kasus keributan dan provokasi warga di acara Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke- 93 di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Rabu (27/2/2019).

Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, ke-11 anggota FPI ini ditetapkan tersangka dari hasil pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi.

“Jadi seluruhnya 11 orang, dari hasil gelar perkara terpenuhi unsur pidananya, kemudian ditingkatkan menjadi tersangka. Hari ini dikeluarkan sprin (surat perintah) penahanan,” kata Tatan.

Kericuhan di acara itu bermula saat Gus Muwafiq menyampaikan tausiyah pada Rabu (27/2) pukul 11.40 WIB. Dalam acara yang dihadiri oleh pejabat Pemkot Tebing Tinggi, pejabat Polda Sumut, tokoh adat, dan tokoh masyarakat itu, Suhairi alias Gogon dan rekannya berusaha masuk ke lokasi kegiatan.

Suhairi alias Gogon

“Mereka datang memakai baju #gantipresiden dan minta acara itu dibubarkan. Mereka juga meneriakkan ganti presiden dan mengacungkan dua jari. Itu kan kegiatan agama, apa hubungannya dengan politik?” jelas Tatan.

Baca Juga:  Ribuan Warga Cianjur Berkumpul di Alun-alun Rayakan Bupatinya Kena OTT

Aparat yang bertugas di lokasi sempat mengingatkan bahwa acara itu merupakan tablig akbar dan HUT NU. Massa juga diminta tidak membuat gaduh dan keributan.

Namun massa tetap memaksa dan berteriak-teriak. Massa juga mengajak ibu-ibu yang ada di acara untuk ikut protes. Sempat terjadi dorong-dorongan dan membuat ibu-ibu ketakutan karena dipaksa.

Suhairi alias Gogon bersama rekan-rekannya beralasan tidak terima dengan acara tersebut karena dianggap sesat.

“Kemudian masyarakat juga sudah berkumpul karena merasa kegiatan tersebut dianggap liar dianggap sesat, spontanitas warga juga langsung mengusir mereka tapi mereka melawan, aparat langsung mengamankan anggota FPI tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Aliansi Umat Islam Batam Gelar Unjuk Rasa Tolak Habib Rizieq

Polisi pun mengamankan 9 orang saat itu. Namun 1 orang dikembalikan karena ternyata jemaah pengajian.

“Jadi tinggal 8 orang diperiksa kemarin, kemarin malam juga dikembangkan ada tambahan 3 orang lagi diamankan, jadi seluruhnya 11 orang,” tuturnya.

Suhairi alias Gogon CS

Sebelas tersangka itu adalah Muhammad Husni Habibie, Suhairi alias Gogon, Muhammad Fauzi Saragih, Amiruddin Sitompul, Abdul Rahman, Syahrul Amri Sirait, Oni Qital, M Anjas alias Budi, Arif Darmadi, Ilham alias Iam, dan Rahmad Puji Santoso.

Dari hasil gelar perkara, Tatan mengatakan, telah terpenuhi unsur tindak pidananya dan telah cukup alat bukti untuk dilakukan penahanan. Seluruh tersangka itu dijerat dengan Pasal 160 subsidair Pasal 175 jo Pasal 55, dan Pasal 56 KUHP.

Baca Juga:  Sandiaga Uno: Revolusi Putih di Jakarta Sudah Berdampak di Jateng

“Tersangka dikenai Pasal 160 subsider 175 jo Pasal 55 serta Pasal 56 KUHP tentang penghasutan dan/atau melakukan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan dan atau turut serta melakukan, menyuruh melakukan, membantu terjadinya tindak pidana. Tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara,” paparnya.

BACA JUGA: Polisi Amankan 8 Anggota FPI yang Berusaha Bubarkan Tablig Akbar NU