Kriminal

Duduk di Kursi Terdakwa, Ratna Sarumpaet Acungkan Salam 2 Jari

Ratna Sarumpaet acungkan dua jari di ruang sidang
Ratna Sarumpaet acungkan dua jari di ruang sidang. (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)

Ratna Sarumpaet mengacungkan salam dua jari khas pendukung Prabowo Subianto sebelum menjalani sidang perdana kasus penyebaran berita bohong di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Jl Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2018) pagi.

Ketika ada jeda tunggu di mana Ratna sudah berada di kursi terdakwa, namun majelis hakim belum memasuki ruang sidang, momen pengacungan dua jari itu terjadi. Ratna yang merupakan mantan timses Prabowo-Sandiaga ini mengacungkan dua jari ke arah pengunjung.

Pada pukul 09.36 WIB, sidang dimulai. Sidang ini mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Kuasa hukum Ratna, Insank Nasruddin, mengatakan kliennya siap menghadapi sidang perdana kasus hoax penganiayaan ini. Ratna disebut dalam kondisi sehat.

“Kami sudah bertemu dengan ibu Ratna, kondisinya juga, kami menanyakan, beliau sehat dan siap menghadapi persidangan,” kata Insank seperti dilansir detikcom, Kamis (28/2/2019).

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Marilah Kita Jadi “Hero” untuk Bangsa Ini

Insank mengaku tim pengacara sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi sidang ini. Dia juga sudah meminta pendapat ahli mengenai kasus yang menjerat ibu dari Atiqah Hasiholan tersebut.

Baca Juga:  Polri Temukan Bukti Transfer Dana dari Bachtiar Nasir ke Turki

“Kami sudah berkoordinasi juga kepada para ahli itu untuk dimintakan pendapatnya dalam sidang ini,” ujar Insank.

Terkait agenda sidang, Insank mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu dakwaan dari jaksa sebelum mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

“Besok juga sidang hanya sebatas pembacaaan dakwaan dari jaksa penuntut umum. Kemudian apakah dakwaan itu kita akan majukan eksepsi atau nota keberatan, tentu kami akan menelaah materi dakwaannya. Mana kala dakwaan tersebut terdapat kandungan secara hukum cacat formil atau materil, kami akan ajukan eksepsi,” ujar dia.

JPU dalam perkara ini yaitu Kasipidum Kejari Jaksel Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, dan Las Maria Siregar.

Baca: Polisi: Ada Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Batal disiarkan live

Awalnya sidang ini akan disiarkan secara live. Namun pihak PN Jaksel melarangnya. Dengan alasan agar hakim tak merasa terganggu dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga:  Kepala SAR Medan: Ratna Sarumpaet Saja yang Nyelam ke Danau Toba

“Hakim mencari kebenaran materil tidak terganggu oleh apapun. Katanya kemandirian hakim tolong dijaga, jangan dipengaruhi dengan komentar-komentar dikira tidak pengaruh itu ya kan,” tutur Guntur,” kata Humas PN Jaksel Achmad Guntur, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

“Hakim juga manusia. Karena itu saya berpesan kepada media mari berperan bagaimana pengadilan ini bisa objektif menjatuhkan putusan yang tidak berpihak kemana pun,” lanjutnya.

Meski tidak boleh disiarkan live, namun sidang tetap berjalan terbuka untuk umum. Awak media diperbolehkan meliput dari dalam, namun hanya mengambil gambar tanpa disiarkan live.

“Silakan (ambil gambar) secukupnya, yang penting saudara dapat, yang logis tujuan Anda ke sini mengambil gambar tadi kalau TV harus visual tolong saling dihargai suadara punya hak untuk meliput,” jelas Guntur.

“Pengadilan itu juga punya aturan dan aturan bukan unuk keuntungan pengadilan untuk masyarakat coba kembali anak kecil tidak boleh masuk ke ruang sidang kalau ini masuk ke ruang rumah masyarakat berarti anak kecil nontonin persidangan ini. Tolong dihargai aturan itu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Polsek Ciracas Digeruduk Massa, Mobil dan Sepeda Motor Digulingkan

Baca juga: Atiqah Hasiholan: Ibu Saya Tak Pernah Sebarkan Hoax Penganiayaan ke publik

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna dijerat dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna Sarumpaet memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.

Baca juga: Mengenal Tanamur, Diskotek Pertama di Jakarta Milik Pengusaha Arab Suami Ratna Sarumpaet