Kesehatan

Prabowo Soal Defisit Rp20 Triliun yang Dialami BPJS: Itu Masalah Kecil

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan muncul karena pengelolaan negara yang tidak baik. Sehingga, kata dia, keuntungan pengelolaan kekayaan alam nasional tidak tinggal dalam negeri.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam pidato pembukaan di acara dialog silaturahim bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Selain itu, kata Prabowo, kebocoran anggaran akibat praktik korupsi juga menjadi salah satu pemicu defisit BPJS Kesehatan. Dia menyebut kebocoran anggaran mencapai Rp1.000 triliun.

Prabowo pun menegaskan, jika terpilih jadi Presiden pada Pemilu nanti, dia yakin bisa menuntaskan persoalan BPJS Kesehatan.

“Kalau saudara-saudara mengatakan defisit BPJS, kalau tidak salah Rp20 triliun. Kalau saya mengatakan Rp20 triliun, kalau saya memimpin pemerintahan saya anggap itu masalah kecil,” kata Prabowo.

Salah satu cara untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan, menurut Prabowo, adalah dengan membenahi sektor investasi. Hal tersebut bertujuan agar hasil pengelolaan kekayaan alam nasional diinvestasikan di dalam negeri.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakini, dengan tata kelola ekonomi yang baik, khususnya di sektor investasi, dapat mencegah mengalirnya kekayaan Indonesia ke luar negeri.

“Uang indonesia mengalir keluar, untuk itu kita harus kelola ekonomi kita dengan baik supaya tidak terlalu banyak yang keluar supaya kita bisa perbaiki (BPJS) kesehatan, rumah sakit, sekolah, gaji-gaji semua harus diperbaiki,” tutur dia.

Sementara untuk mengatasi kebocoran anggaran karena praktik korupsi, Prabowo berjanji akan memperbaiki gaji para birokrat, pejabat negara dan kepala daerah.

“Kalau.kita mau korupsi hilang, gaji semua pejabat, semua birokrasi harus diperbaiki,” ucapnya.

Acara dialog komunitas kesehatan tersebut dihadiri ratusan tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai organisasi profesi.

Sejumlah organisasi profesi yang hadir adalah Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia dan Ikatan Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Loading...