Politik

Prabowo: Elite Jakarta Sudah Kehilangan Akal Sehat, Akan Bagi Uang dan Sembako Jelang 17 April

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto. (Foto:Antara/Septianda Perdana)

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai para elite di Jakarta sudah kehilangan akal sehatnya. Tak hanya itu, dia juga menuding para elite tersebut sudah mempersiapkan uang untuk dibagi-bagikan menjelang hari pencoblosan 17 April 2019 nanti.

“Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Dialog Kebangsaan Capres Prabowo dengan Asosisasi Petani, Kelompok Tani dan Peternak yang digelar di GOR Kesenian Majapahit, Kota Mojokerto, Minggu (24/2/2019).

Pernyataan Prabowo tersebut sontak disambut teriakan kata ‘Betul’ dari ratusan relawan dan petani pendukungnya yang hadir di GOR Kesenian Majapahit.

Tak sampai di situ, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebut sudah ada rencana para elit di Jakarta itu untuk membagi-bagikan uang dan sembako menjelang Pilpres 2019 nanti.

“Nanti menjelang tanggal 17 (April 2019), mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonedia sendiri,” katanya dengan lantang.

Menurut Prabowo, bagi-bagi uang tersebut hanya akan membuat senang masyarakat Indonesia selama 1-3 hari. Namun justru akan menghancurkan masa depan generasi Bangsa Indonesia.

Prabowo pun menyatakan di kubunya tak mampu membagi-bagikan uang.

“Kami tidak bisa bagi-bagi uang. Jangankan uang, bagi-bagi kaus pun kami tidak bisa. Betul?” tanya Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan massa yang hadir.

Bahkan, lanjut Prabowo, baliho dirinya pun hampir tidak ada di jalan-jalan. Dia meyakini spanduk bergambar dirinya di GOR Kesenian Majapahit baru dipasang kemarin malam.

“Ini paling baliho baru tadi malam dipasang. Iya kan? Baliho dipasang pun banyak dirobek-robek, tapi saya percaya baliho saya ada di hati rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto di acara Dialog Kebangsaan Capres Prabowo dengan Asosisasi Petani, Kelompok Tani dan Peternak ini digelar di GOR Kesenian Majapahit, Kota Mojokerto, Minggu (24/2/2019). (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Di acara ini, Prabowo menyempatkan diri menerima secara langsung keluhan dari perwakilan petani tebu, padi, jagung dan garam. Prabowo pun merespons keluhan para petani ini dengan bersumpah tidak akan istirahat sebelum melihat para petani tersenyum.

“Saya bersumpah kepada kaum petani Indonesia. Saya bersumpah saya tidak akan istirahat sebelum petani-petani kita bisa tersenyum setelah panen. Ini perjuangan kita semua. Selama saudara semua belum mendapatkan keadilan dan makmur, saya tidak akan istirahat,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, permasalahan ekonomi bangsa Indonesia terjadi di segala bidang. Tidak hanya di sektor pertanian. Itu sebabnya ia tetap bertahan di panggung politik Tanah Air.

“Oleh karena itu saya masih berjuang di politik. Saya tidak rela negara saya menjadi seperti ini,” imbuh mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo mengaku telah berjuang untuk Ibu Pertiwi sejak usia 18 tahun. Dan ia sadar tugasnya belum selesai karena masih banyak petani yang jauh dari kata sejahtera. Bagi dia, para petani merupakan produsen pangan yang membuat negara Indonesia kuat dan berdaulat.

Untuk mengatasi keluhan para petani, Prabowo mengaku telah menyiapkan kaum intelektual terbaik di Indonesia. Dia berjanji akan menyiapkan pupuk sesuai kebutuhan para petani. Mantan menantu Presiden Soeharto itu juga berjanji akan menjamin harga hasil panen para petani tidak anjlok.

“Pemerintah nanti akan mampu melindungi seluruh rakyat Indonesia. Untuk apa ada pemerintah kalau tak mampu melindungi rakyatnya sendiri. Kalau saudara-saudara ingin hidup lebih baik, 17 April saudara harus merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia,” ucap Capres berusia 67 tahun itu.