Politik

Cendekiawan Muda NU Soal Puisi Neno: Mengatasnamakan Allah untuk Memuaskan Nafsu Politik

Zuhairi Misrawi
Zuhairi Misrawi (kanan) saat mengikuti konferensi internasional di Iran. (Foto: Istimewa)

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi, menilai puisi yang dibaca Neno Warisman di acara Munajat 212 di Monas pada Kamis (21/2/2019) malam lalu sebagai upaya mencampuradukkan agama ke dalam politik.

“Puisi Neno Warisman yang dibacakan dalam acara Munajat 212 banyak mendapatkan respons dan kritik dari umat Islam, karena isi puisi tersebut telah membawa agama ke dalam ranah politik, yang dapat memecah belah umat Islam dalam dari polarisasi politik yang semakin tajam,” kata Gus Mis — sapaan akrab Zuhairi Misrawi — melalui keterangan resminya, Minggu (24/2/2019).

Menurut Gus Mis, dalam sejarah Islam, puisi seperti yang Neno bacakan itu dampaknya sangat berbahaya karena dapat menjadi petaka.

“Hal serupa pernah dilakukan oleh Kaum Khawarij di masa lalu, karena mengatasnamakan Allah untuk sekadar memuaskan nafsu politik,” ujar Gus Mis.

“Semua makhluk akan menyembah Allah karena fitrah manusia begitu dekat dengan Tuhannya (hablum minallah). Maka dari itu, hindarilah cara-cara mempolitisasi Allah ala kaum Khawarij, karena Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang,” imbuh ketua Bidang Hubungan Antar-Agama Baitul Muslimin Indonesia itu.

Gus Mis pun mengimbau, mestinya pesta demokrasi lima tahunan ini diisi dengan adu program, argumen, gagasan, bukan sebaliknya, memperluas friksi dan polarisasi dengan membawa-bawa agama.

“Mayoritas muslim di Indonesia adalah mereka yang beragama secara moderat dan toleran. Mereka paham betul antara domain ibadah dan domain politik. Sejatinya ibadah kita kepada Allah (hablum minallah) justru untuk memperkuat persaudaraan (hablum minannas). Puisi Neno Warisman jelas sangat berbahaya, karena merusak hablum minallah sekaligus hablum minannas,” ucap Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan ini.

Sebagaimana ramai diberitakan, Neno Warisman membacakan puisi dalam acara Munajat 212, di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Namun di bagian akhir dari puisi Neno tersebut memicu berdebatan.

Berikut penggalan puisi Neno Warisman:

Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka

Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami

Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah

Kami khawatir ya Allah

Tak ada lagi yang menyembah-Mu.

Loading...