Nasional

Diperiksa soal Dana Kemah, Dahnil Anzar: Polisi Lagi Lucu-lucuan

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. (Merdeka.com/Nur Habibie)

Jurnalindonesia – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kedatangan Dahnil untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia saat masih menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah.

BACA JUGA: Siapa Penerima Rp2 M Dana Kemah Kembalian dari Pemuda Muhammadiyah?

Dahnil tiba di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.04 WIB dikawal oleh ormas Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Ia mengenakan kaos biru muda dipadu jaket hitam serta kopiah hitam dan celana berwarna krem.

Baca Juga:  Habib Rizieq: Jokowi Kalau Gentleman Sebut Parpol dan Aktor Politik yang Mana?

Dahnil tidak berkomentar banyak soal kasus yang menjeratnya. Menurutnya, pemeriksaan hari ini sebagai bentuk ujian dari pihak kepolisian.

“Polisi sedang menguji daya tahan saya, lagi lucu-lucuan,” kata Dahnil Anzar saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Menurutnya, pemanggilan terhadap dirinya ini juga untuk menambah tugas daripada polisi saja.

“Polisi sedang menguji daya tahan saya, sedang melaksanakan tugas tambahan,” ujarnya.

BACA JUGA: Klaim Dahnil Soal Dana Kemah: Tidak Tahu dan Tidak Pernah Tanda Tangan LPJ

Baca Juga:  Aksi 21 Februari, FPI dan GNPF MUI Tidak Ikut-ikutan

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menduga ada perbuatan melawan hukum pada kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta pada Desember 2017. Polisi mencium aroma korupsi pada kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.

Sejauh ini, selain Dahnil Anzar Simanjuntak, polisi telah memeriksa Ketua Kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, Ketua Kegiatan dari GP Ansor Safaruddin, dan Abdul Latif dari Kemenpora.

Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

Baca Juga:  Pemuda Muhammadiyah: Video Dahnil Dihadang Paspampres Adalah Hoax

Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.