Kriminal

Buni Yani Mangkir dalam Panggilan Eksekusi Kejari Depok

Buni Yani jenguk pakar IT Hermansyah di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Welly Hidayat)

Jurnal Indonesia – Terpidana ujaran kebencian, Buni Yani dijadwalkan akan dieksekusi Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (1/2/2019) ini, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Buni.

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahardian, memastikan kalau kliennya itu tidak akan datang ke Kejari Depok seperti yang diminta oleh Jaksa Agung M Prasetyo.

BACA JUGABuni Yani Diminta Jangan Cengeng dan Jalani Hukuman Secara Jantan

“Nggak, saya sudah sampaikan surat penangguhan penahanan. Jadi ya kita tunggu aja jawaban dari jaksa. Kita nggak ke sana (Kejari Depok),” kata Aldwin, Kamis (31/1).

Aldwin tidak ingin berandai-andai jika kliennya dijemput paksa. Dia mengatakan Buni Yani akan melakukan kegiatan sesuai yang sudah diagendakan.

Baca Juga:  Bersama Fadli Zon, Buni Yani Akan Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasidan Persekusi Era Jokowi

Dia menerangkan, kalau kliennya itu tidak akan lari menunggu jawaban atas permintaan penangguhan penahanan tersebut. “Buni tidak akan ke mana-mana. Dia akan salat Jumat bersama di Masjid Tebet,” ujar Aldwin.

Buni Yani sebelumnya mengajukan penangguhan penahanan sembari meminta fatwa pada Mahkamah Agung (MA) mengenai tidak tercantumnya perintah penahanan dan tak adanya keterangan dalam salinan amar putusan acuan putusan hukuman yang dimaksud. Dia meminta jaksa menunggu fatwa MA itu.

Prasetyo sendiri menyarankan Buni Yani menunjukkan komitmennya saja dengan datang ke Kejari Depok pada Jumat, 1 Februari 2019. Buni Yani diminta tidak perlu mencari-cari alasan agar eksekusi segera dilakukan.

Baca Juga:  Politisi PKS Zulkieflimansyah Dilaporkan Istri ke-4 ke Komnas Perempuan

“Saya pikir tidak perlu mencari alasan yang tidak relevan, mengulur waktu saja. Ini kesannya mau berbalik menyalahkan jaksanya,” kata Prasetyo.

“Jadi kita tunggulah, saya pikir jaksa Depok menunggu kesungguhan komitmen dia untuk akan datang itu, saya pikir lebih baik kooperatiflah,” imbuh Prasetyo.

BACA JUGABantah Edit Video Ahok, Buni Yani Kembali Ucap Sumpah Mubahalah

Diketahui, MA menolak kasasi yang diajukan Buni Yani dengan nomor berkas perkara W11.U1/2226/HN.02.02/IV/2018 pada 26 November 2018. Namun, hingga kini, Buni Yani belum juga dieksekusi pihak kejaksaan setelah divonis 1, 5 tahun penjara di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Baca Juga:  Bom Polrestabes Surabaya, Pelaku Diduga Boncengi Perempuan

Kasus tersebut berawal saat Buni Yani dituduh mengedit video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Kasus itu bergulir saat Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.