Kriminal

Hari Ini Rocky Gerung Diperiksa Polisi Terkait Ucapan ‘Kitab Suci Fiksi’

Jurnalindonesia – Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kamis (31/1/2019) hari ini dijadwalkan akan memanggil dan memeriksa Rocky Gerung . Rocky dipanggil guna diklarifikasi terkait kasus dugaan penistaan agama lantaran pernyataannya yang menyebut ‘Kitab Suci Adalah Fiksi’.

Pelaporan terhadap Rocky ini pertama kali dilakukan oleh Aktivis media sosial Abu Janda alias Permadi Arya pada 11 April 2018. Dia menyebut pernyataan Rocky telah melukai sejumlah umat beragama di Indonesia. Sebab, menurut Permadi, jika merujuk ke KBBI, fiksi itu merupakan sesuatu yang tidak nyata.

BACA JUGAMangkir Panggilan Polisi, Rocky Gerung Malah Berfilosofi TentangKedunguan dan “Planga-plongo” di Twitter

“Saudara Rocky Gerung tidak bisa berkelit karena yang dia katakan meskipun tidak menyebut secara spesifik yang namanya agama apa, dia tidak menyebut secara spesifik, tapi yang namanya kitab suci, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), itu kitab suci merujuk ke Alquran, Injil dan lain-lain,” kata Permadi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Baca Juga:  Giliran Rocky Gerung Dipanggil Polda Metro Jaya

Laporan tersebut tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan sesuai pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Lima hari setelahnya, Rocky kembali dilaporkan mengenai ‘kitab suci fiksi’ ke Bareskrim Polri. Pelapornya kali ini adalah Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian. 

Kala itu Rocky dituduh menistakan agama. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 dimana Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP.

Baca Juga:  Mangkir Panggilan Polisi, Rocky Gerung Malah Berfilosofi TentangKedunguan dan "Planga-plongo" di Twitter

Jack menilai, kitab suci yang disebut Rocky Gerung merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya. Jack bilang, penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya.

BACA JUGARocky Gerung: Rezim yang Gak Punya Ide akan Eksploitasi Kemarahan Publik Melalui Kasus Ratna

“Kitab suci dibilang fiksi, kalau dibuat ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain, dan fiksi itu rekaan, khayalan. Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi dong, atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong, biarlah berfokus di situ,” ujar Lapian.

Lapian juga membawa sejumlah barang bukti seperti rekaman adanya dugaan penodaan agama dalam ucapan Rocky.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Dosen USU yang Sebut Bom Gereja di Surabaya adalah Rekayasa

“(Barang bukti) Youtube Official TV One sudah kami download, berkas transkrip juga. Kami laporkan karena Pak Rocky Gerung ini orang Manado. Saya juga orang Manado, dia (Rocky) Kristen saya Kristen. Mungkin bisa in-linenya. Apa di sini? Kitab suci dibilang fiksi,” kata mantan relawan Ahok ini di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Pemeriksaan Rocky Gerung dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB, Kamis (31/1). Rocky Gerung diperiksa sebagai saksi terlapor.