Kriminal

Ahmad Dhani Dipenjara, Fadli Zon: Ini Lonceng Kematian Demokrasi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (yendhi)

Jurnalindonesia – Sejumlah massa menggelar aksi Solidaritas Ahmad Dhani di kantor DPP Partai Gerindra, Jalan RM. Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Ahmad Dhani yang telah mendekam di penjara atas kasus dugaan ujaran kebencian.

BACA JUGAPengacara Sebut Sel Ahmad Dhani Bau Pesing dan Mirip Kandang Ayam

“Kita ingin mengajak sebuah solidarits untuk Ahmad Dhani. Bentuk solidaritasnya seperti apa. Mungkin salah satunya adalah kita buat semacam petisi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Fadli menilai cuitan Dhani yang jadi soal itu tak mengandung ujaran kebencian dan tidak melanggar hukum. Pasalnya, cuitan Dhani hanya sebuat ktitik dan semua warga berhak menyampaikan aspirasi.

“Saya bilang yang memprihatinkan adalah ini merupakan kalau saya sebut merupakan lonceng kematian sebuah demokrasi di Indonesia. “Kalau tidak salah ceritanya itu kira-kira mengatakan bahwa siapapun atau penista agama adalah bajingan yang harus diludahi. Kalau kita lihat itu tidak ada alamatnya. Kemana alamatnya. Jadi apanya yang mau dikriminalisasi. Penista agama sendiri ini adalah suatu tindakan atau pelaku dr kejahatan,” papar Fadli.

Baca Juga:  TVOne Klarifikasi Tudingan Adanya "Persekusi" Penguasa di Balik Batal Tayang ILC

Fadli lantas menuding, bahwa proses hukum yang menjerat Ahmad Dhani ada campur tangan pemerintah untuk mengkriminalisasi siapapun yang berseberangat pandangan politik.

“Ini adalah satu kasus yang sangat aneh kenapa ini saya katakan lonceng kematian demokrasi karena betul-betul hukum disini diperlihatkan sebagai manuver politik, alat permainan politik dan alat kekuasaan. Jadi ini yang sangat membahayakan demokrasi kita,” kata Fadli.

“Jadi jelas rezim ini rezim yang menggunakan hukum untuk kepentingan politik mereka. Dan ini yang harus kita lawan bersama,” lanjut Fadli.

Baca Juga:  Geger Foto Pria Berseragam Polisi Ancam Tebas Leher Ahok

Fadli menegaskan Gerindra akan memberikan bantuan hukum untuk Dhani. Fadli mengatakan sang ketum, Prabowo Subianto, juga telah menyampaikan pendapat tentang vonis Dhani.

BACA JUGAAhmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara dan Langsung Ditahan di LP Cipinang

“Kami akan melakukan pendampingan hukum semaksimal mungkin. Tadi juga saya sudah bertemu Pak Prabowo. Beliau menyampaikan agar Saudara Ahmad Dhani bersabar dan melakukan upaya hukum. Pak Prabowo juga berpendapat ini adalah ketidakadilan hukum,” sebut Wakil Ketua DPR itu.

Selain Fadli Zon, acara ini dihadiri Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, Hj. Neno Warisman, isteri Ahmad Dhani, Mulan Jameela, ustad dan Fans Dewa 19 Baladewa.

Dalam putusan majelis hakim, Ahmad Dhani terbukti melakukan tindak pidana yang diatur ancaman hukuman pidana pada Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hakim pun memerintahkan agar musisi itu ditahan.

Baca Juga:  Dhani Klaim 2 Cuitan yang Dipersoalkan Bukan Idenya, Melainkan dari Admin

“Menyatakan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menunjukkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA,” kata hakim ketua Ratmoho membacakan amar putusan.