Daerah, Jawa Tengah, Kriminal

Sering Dianiaya, Seorang Istri Laporkan Suami ke Polisi

Foto: Dok Polsek Kedungwuni

Jurnalindonesia.co.id – Unit Reskrim Polsek Kedungwuni menangkap Akhmad Khumaidi (31), warga Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (22/1) kemarin. Khumaidi diduga melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada istrinya sendiri.

Korban berinisial MA (23) melaporkan Khumaidi karena merasa sudah tidak tahan atas perlakuan Khumaidi terhadap dirinya.

“Kami mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Korban adalah istri pelaku sendiri,” kata Kapolres Pekalongan, Wawan Kurniawan, Rabu (23/1).

Wawan menjelaskan persitiwa KDRT itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB pada Sabtu (19/1). Saat itu, pelaku bersama korban selesai menghadiri hajatan di Desa Pajomblongan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kemudian saat keduanya dalam perjalanan pulang, Khumaidi memarahi MA dengan alasan membuatnya malu karena tidak bisa berdandan. Khumaidi menusuk-nusuk lutut korban menggunakan kunci sepeda motor berulang kali.

Saat sampai di rumah kost mereka, Khumaidi melepas helm yang sebelumnya dia pakai lalu memukulkannya ke wajah MA sebanyak satu kali hingga hidung MA mengeluarkan darah. Kemudian Khumaidi menendang kening MA menggunakan kaki kana sebanyak satu kali.

Tidak tahan dengan kekerasan yang dialaminya, MA pergi ke rumah salah satu kerabatnya untuk menginap dan menceritakan perlakuan Khumaidi. Keesokan harinya, Minggu (20/1), sekitar pukul 10.00 WIB Khumaidi mendatangi rumah tempat MA menginap untuk menjemputnya pulang.

MA menolak ajakan Khumaidi untuk pulang, namun Khumaidi mengancam akan membunuhnya jika tak ingin pulang. Akhirnya, MA terpaksa menuruti ajakan Khumaidi karena takut dengan ancaman itu.

Wawan mengatakan Khumaidi langsung ditangkap sekitar 30 menit setelah menerima laporan KDRT. “Setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Polsek Kedungwuni langsung melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang saat itu berada di rumah kost,” ujarnya.

Kasubbag Humas Iptu Akrom membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengatakan, terlapor sudah diamankan anggota di lapangan. “Setelah mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Kedungwuni langsung melakukan penyelidikan dan menangkap terlapor di rumah kosnya. Terlapor saat ini dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Palu Mencapai 420 Orang

Atas perbuatannya, terlapor dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 5  tahun atau denda paling banyak Rp15.000.000.