Monday, December 3, 2018

Jokowi Bagikan 5.000 Sertifikat Tanah di Jakarta Timur

Foto: Setkab
Jurnalindonesia.co.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan sertifikat hak atas tanah kepada 5.000 warga di Jakarta Timur di kawasan Rusunawa Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/11/2018).

Jokowi menuturkan, seharusnya masyarakat sudah menerima sertifikat dari 126 juta bidang tanah. Namun, nyatanya baru 46 juta bidang tanah yang tercatat memiliki sertifikat.

"Artinya 80 juta yang belum bersertifikat. Termasuk Bapak Ibu yang 80 juta itu," ujar Jokowi.

Menurut Presiden, sertifikat tanah berguna untuk menghindari sengketa tanah yang kerap terjadi di masyarakat.

Sengketa berpotensi terjadi baik antar warga, maupun antara masyarakat dengan suatu instansi.

"Sengketa lahan di mana-mana. Antara tetangga, masyarakat, masyarakat pemerintah, masyarakat perusahaan, di mana-mana," kata dia.

Baca Juga: Mantan Menteri Agraria Kritik Pembagian Sertifikat Tanah oleh Jokowi


Untuk itu, sejak tahun 2017 ia meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja keras untuk mencapai target penyerahan sertifikat tanah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memanfaatkan sertifikat jika hendak dijadikan agunan ke bank "Yang namanya sertifikat ini sudah jadi hati-hati. Kalau mau pakai untuk jaminan ke bank silakan. Mau dipakai untuk agunan ke bank silakan. Tapi tolong dihitung, dikalkulasi bisa nyicil ngga ke bank setiap bulan," kata Presiden.

Presiden menambahkan masyarakat untuk tidak memanfaatkan dana pinjaman untuk hal-hal konsumtif seperti kendaraan roda empat, melainkan hal-hal yang produktif.

"Bapak ibu gagah naik mobil. Paling hanya enam bulan. Enam bulan ga bisa nyicil ke bank, ga bisa nyicil ke dealer. Mobilnya ditarik, sertifikatnya diambil bank. Ini yang kita tidak mau,"kata Presiden.

Baca Juga: Fadli Zon: Bagi-bagi Sertifikat itu Tugas Ketua RT, Bukan Presiden


Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta masyarakat untuk merawat sertifikat dengan baik.

"Sebelumnya, setahun (hanya) 500.000 (sertifikat) keluar dari BPN. Bapak Ibu harus menunggu 160 tahun. Iya dong, kalau 80 juta, Bapak Ibu harus menunggu," pungkasnya.

Jokowi menambahkan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang menargetkan seluruh tanah di Jakarta akan disertifikasi pada 2019 mendatang.

Menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, jumlah bidang tanah di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1,7 juta bidang.

Di Jakarta Timur sendiri jumlah bidang tanah tercatat sebanyak 448 ribu bidang, dengan rincian yang sudah tersertifikasi sebanyak 299 ribu.
close