Kriminal

3 Tersangka Pungli Jenazah Korban Tsunami Banten Resmi Ditahan

Evakuasi Jasad Korban Tsunami Selat Sunda (foto: KoranSINDO)

Jurnalindonesia.co.id – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten , menahan tiga tersangka kasus pungutan liar biaya pemulangan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Kabupaten Serang, Banten.

“Demi kepentingan penyidikan ketiganya kami tahan,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Dadang Herli Sapukat saat konferensi pers di Mapolda Banten, Sabtu (29/12/2018) malam, seperti diberitakan Bantennews.

Baca Juga:  MUI: Kami Bersyukur Kasus Habib Rizieq Dihentikan

Ketiga tersangka yakni aparatur sipil negara (ASN) di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Serang berisial F, dua orang karyawan CV Nauval Zaidan berisial I dan B.

Baca JugaIngin Pulangkan Jenazah, Keluarga Aa Jimmy Dikenakan Biaya Rp14,5 Juta

Kedua karyawan CV Nauval Zaidan itu merupakan karyawan KSO pelayanan ambulans jenazah di rumah sakit milik Pemkab Serang.

Dadang menjelaskan, penahanan tersebut setelah penyidik menetapkan status tersangka kepada ketiganya.

Baca Juga:  Datangi Sidang, Ahmad Dhani Pamer Kaos #2019GantiPresiden

Penyidik juga telah memeriksa lima saksi kunci, dan mengamankan dua alat bukti berupa dokumen kuitansi pembayaran dan uang tunai sebesar Rp 15 juta.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Polisi Duga Ada Laporan Fiktif Terkait Penggunaan Dana Kemah olehPemuda Muhammadiyah

“Tersangka diancam dengan pidana 20 tahun atau paling singkat selama 4 tahun. Serta denda sebesar Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.”