Daerah, Jawa Barat, Uncategorized

Ribuan Warga Cianjur Berkumpul di Alun-alun Rayakan Bupatinya Kena OTT

Warga melakukan syukuran di Alun-alun Cianjur atas tertangkapnya Bupati Irvan Rivano Muchtar oleh KPK

Jurnalindonesia.co.id – Dua hari setelah tertangkapnya Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, oleh KPK, warga Cianjur, Jawa Barat, berbondong-bondong ke alun-alun kabupaten tersebut. Mereka merayakan OTT Bupati Irvan yang diduga memangkas Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.

Warga berkumpul di alun-alun selepas salat Jumat di Masjid Agung Cianjur. Mereka meneriakkan ‘Hidup KPK’. Undangan yang disebar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat membuat warga Cianjur yang datang semakin banyak.

Di alun-alun yang masih dalam proses pembangunan tersebut, warga juga melakukan pesta nasi liwet untuk merayakan penangkapan Irvan. Tampak serombongan emak-emak menggelar daun pisang dan mengeluarkan panci berisi nasi liwet.

“Saya datang ke sini karena lihat di grup medsos ada undangan ngaliwet 1.000 kastrol sebagai tanda tasyakuran, bahwa pemimpin daerah benar-benar sudah kena OTT KPK. Sebagai warga Cianjur saya ikut mengapresiasi hal tersebut,” kata Ulfah Wahyuni (37) yang mengaku berasal dari Joglo, Kecamatan Cianjur Kota, seperti dikutip detikcom.

Warga lainnya, Yuni Wahyuni, sengaja datang bersama rombongannya dari Cikalong mengendarai angkutan umum. Dia juga mendapat informasi akan ada acara menyantap nasi liwet bersama-sama di area Alun-alun Cianjur.

“Sekedar ikut menyemarakkan saja. Kita banyak mendengar dari berita, pak bupati tertangkap tangan karena korupsi 1,5 miliar dari uang pembangunan sekolah. Tentu sebagai masyarakat merasa senang, Cianjur tidak lagi dipimpin oleh pemimpin yang tidak berpihak kepada kemaslahatan masyarakat,” ucap Yuni.

Simak videonya:

Sebelumnya, pimpinan KPK sempat merespons apa yang terjadi di Cianjur tersebut. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui akun media sosial Twitter-nya memposting mengenai angkot di Cianjur yang menggratiskan tarif bagi warga sebagai wujud syukur atas tertangkapnya Bupati Irvan.

“Spontanitas masyarakat juga terjadi karena mereka telah lama merasa tidak dilayani dengan baik akibat yang mewabah. Oleh karena itu KPK mengucapkan terima kasih pada masyarakat Cianjur dan berharap Cianjur akan lebih baik ke depan,” kata Syarif kepada detikcom.

Baca: Sopir Angkot di Cianjur Adakan “Syukuran” atas Tertangkapnya Bupati oleh KPK
Diketahui, Bupati Irvan terjaring OTT KPK atas dugaan tindak pidana korupsi memangkas Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. Dari total anggaran senilai Rp 46,8 miliar, Irvan memotong 14,5 persen untuk dibagi-bagi ke anak buahnya dan 7 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar untuk dirinya sendiri.

Irvan sempat meminta maaf pada warga Cianjur sebelum ditahan KPK. Namun permintaan maafnya itu bukan karena dirinya mengakui perbuatannya.

“Saya memohon maaf ke masyarakat Kabupaten Cianjur atas kelalaian saya mengawasi aparat Pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum,” kata Irvan sebelum memasuki mobil tahanan yang mengantarnya ke rumah tahanan, Kamis (13/12/2018).

Irvan ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, dan Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin selaku, serta Tubagus Cepy Sethiady yang tidak lain adalah kakak ipar Irvan. Keempatnya kini sudah ditahan.