Politik, Uncategorized

Pedagang Ikan Curhat ke Sandiaga Mengaku ‘Dijajah China’

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno bersama Murtiasih, pedagang ikan sekaligus eksportir ikan asal Cilacap, Jawa Tengah di kawasan THR Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (14/12/2018). 

Jurnalindonesia.co.id – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapatkan keluh kesah dari Murtiasih, pedagang ikan sekaligus eksportir ikan asal Cilacap, Jawa Tengah.

Ia mengeluh kepada Sandi saat mantan wakil gubernur DKI ini berkunjung ke THR Teluk Penyu Cilacap Jawa Tengah, Jumat, 14 Desember 2018.

Baca Juga: Erick Thohir Singgung SandiwaraUno: Bedakan Pemilu dan Sinetron
Sandi pun mendengarkan curhat Murtiasih dan beberapa masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari isi laut Cilacap. Menurut Murtiasih, dirinya mengaku pasar lokal, kini mulai dikuasai pedagang asal China. Dirinya sekarang kesulitan ekspor, karena pedagang-pedagang China langsung membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di sekitar Cilacap.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Coba Rangkul Teman Ahok Gabung

“Jadi sekarang kami harus bersaing dengan pedagang – pedagang asing dari China pak. Mereka punya modal besar. Jadi mereka hanya ambil hasil laut yang kuaitasnya bagus. Kalau yang tidak bagus mereka tinggal. Jadi kami harus bersaing dengan mereka pak,” kata Murtiasih.

Menurut Sandi, jika hal ini dibiarkan bisa membuat para pelaku industri seperti Murtiasih bisa mati suri. Dan kondisi tersebut secara langsung mengancam para pekerja dan pelaku industri lokal.

Baca Juga:  Fadli Zon Ingatkan Nusron Digaji dengan Uang Rakyat, Bukan Duit Ahok

Sandi pun menjawab keluh kesah dari Murtiasih.

Baca Juga: Jika Terpilih, Sandi Janji Bakal Lunasi Utang Pemerintah
“Insyallah Bu, jika Pak Prabowo Subianto dan saya diberikan amanah untuk melayani masyarakat di tahun 2019, kejadian ini tidak akan terulang. Kami akan perketat para pekerja asing dan pembeli ikan langsung dari asing seperti yang dikatakan Bu Murtiasih tadi,” terang Sandi.

Baca Juga:  Mantan Menteri Agraria Kritik Pembagian Sertifikat Tanah oleh Jokowi

“Kami komitmen untuk mendahulukan tenaga kerja lokal atau tenaga kerja Indonesia ketimbang asing. Bangsa ini butuh kebijakan ekonomi khususnya dibidang penciptaan dan penyedian lapangan kerja yang bisa meningkatkan kesejahteraan anak negeri,” tutupnya.