Uncategorized

Anak Gawang Jadi Penyebab Tersingkirnya AC Milan dari Liga Europa

AC Milan. REUTERS/Daniele Mascolo

Jurnalindonesia.co.id – AC Milan secara mengenaskan takluk 3-1 dari Olympiakos di Karaiskakis Stadium, pada matchday pamungkas Grup F Liga Europa, Jumat, 14 Desember 2018 dini hari WIB.

Hasil ini secara ironis membuat tim asuhan Gennaro Gatusso ini tersingkir dini dari Liga Europa. Mereka finis di peringkat ketiga kendati punya koleksi poin dan rekor head to head setara dengan Olympiakos, tapi kalah selisih gol dari enam laga yang sudah dilakoni.

Bek Milan, Ignazio Abate, lantas menilai banyak hal janggal dalam pertandingan di Stadio Georgios Karaiskáki itu. Menurutnya, laga tersebut tidak menampilkan sebuah kesan.

Direktur Milan, Leonardo, sebelumnya juga mengeluhkan anak gawang di markas Olympiakos yang melemparkan bola terlalu banyak ke lapangan. Momen itu terjadi ketika I Rossoneri tengah menyerang.

Selain itu, Abate mengatakan, suara aneh juga terdengar dari speaker ketika laga berlangsung. Pemain berusia 32 tahun ini heran bagaimana hal tersebut bisa terjadi di kompetisi seperti Liga Europa.

“Kami tahu itu sebagai atmosfer yang sulit untuk dimainkan, saya tidak mencari alibi. Ada suara-suara aneh dan bola ekstra yang berasal dari garis batas, hanya tidak bisa dibayangkan itu terjadi di Eropa saat ini,” jelas Abate, seperti dilansir Tribal Football.

Namun, terlepas dari situasi tersebut, Abate menyadari AC Milan sulit berkembang sepanjang pertandingan. Dia menyayangkan timnya tersingkir dari Liga Europa

“Bahkan dengan semua itu, kami tahu bahwa kami harus meningkatkan diri dan memiliki apa yang dibutuhkan untuk maju,” tuturnya.

“Kami harus meningkatkan diri dan mengembangkan mental juara, percaya pada diri sendiri,” ucap Abate.

AC Milan tersingkir usai hanya finis di posisi ketiga Grup F Liga Europa 2018-2019. Real Betis jadi pemuncak Grup F, disusul Olympiakos yang berada di posisi kedua.

Pada laga tersebut, AC Milan kalah karena gol Olympiakos yang dicetak oleh Pape Abou Cisse pada menit ke-60, gol bunuh diri Cristian Zapata (69′), dan eksekusi penalti Kostas Fortounis (81′).

Adapun satu-satunya gol balasan AC Milan dicetak oleh Cristian Zapata pada menit ke-71. Hasil itu pun membuat “Si Merah Hitam” tersingkir.

Olympiakos menggeser AC Milan di peringkat kedua Grup F karena unggul selisih gol (11-6 berbanding 12-9) walaupun mereka memiliki poin sama, yaitu 10 poin dan head-to-head identik 6-6.

Susunan pemain:

Olympiakos (4-2-3-1): Jose Sa; Omar Elabdellaoui, Pape Cisse, Jagos Vukovic, Leonardo Koutris; Mohamed Camara (Vasilis Torosidis), Guilherme; Ioannis Fetfatzidis (Bibras Natcho), Konstantinos Fortounis, Daniel Podence (Andreas Bouchalakis); Guerrero. Pelatih: Pedro Martins.

AC Milan (4-3-3): Pepe Reina; Davide Calabria, Ignazio Abate, Cristian Zapata, Ricardo Rodriguez (Alen Halilovic); Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Hakan Calhanoglu; Samu Castillejo, Gonzalo Higuain, Patrick Cutrone (Diego Laxalt). Pelatih: Gennaro Gattuso.

Loading...