Uncategorized

Sopir Angkot di Cianjur Adakan “Syukuran” atas Tertangkapnya Bupati oleh KPK

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kanan) bersama petugas menunjukkan barang bukti uang yang diamankan dari OTT di Cianjur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jurnalindonesia.co.id –  Kabar penangkapan Bupati Irvan Rivano Muchtar nampaknya menjadi kabar baik bagi warga Cianjur, Jawa Barat.

Diketahui, Bupati Cianjur Irvan Rivano ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Irvan terkena tangkap tangan atas dugaan tindak korupsi dana pendidikan untuk 140 sekolah menengah pertama (SMP).

Para sopir angkot di Cianjur menyambut gembira penangkapan tersebut. Mereka menggratiskan tarif bagi penumpangnya tepat di hari Irvan Rivano tekena OTT.

Hal itu mereka lakukan sebagai ungkapan rasa ‘syukur’ atas tertangkapnya Irvan Rivano.

Selembar kertas bertuliskan “NAIK ANGKOT GRATIS HARI INI #BONUS OTT KPK” tertempel di pintu salah satu angkot.

Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif mengunggah foto angkot tersebut di media sosial Twitter-nya.

Laode menganggap hal itu sebagai apresiasi rakyat untuk kinerja KPK.

Apresiasi seperti yang dilakukan sopir angkot ini membuat KPK selalu bekerja keras memburu koruptor.

Sebab, rakyat sudah sangat tertindas oleh perilaku politisi/pejabat korup.

Selain Irvan Rivano, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin serta kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady.

Tubagus Cepy Sethiady diduga bertindak sebagai perantara transaksi dari kepala sekolah kepada bupati.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, selain sebagai kakak ipar, Cepy adalah orang kepercayaan bupati.

Saat ini Cepy masih dalam pelarian. KPK berharap Cepy segera menyerahkan diri.

Terkait korupsi dana pendidikan di Cianjur, KPK menduga praktik tersebut sudah berlangsung sebelum Irvan Rivano menjabat sebagai bupati. Bahkan, sudah terjadi sejak bupati pada periode sebelumnya.

Adapun bupati Cianjur periode sebelumnya adalah Tjetjep Muchtar Soleh, yang merupakan orangtua dari Irvan Rivano.

Irvan dan para pejabat di Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Pemotongan tersebut sekitar 14,5% dari nilai anggaran Rp46,8 miliar atau sekitar Rp6,8 miliar.

Sebelumnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur.

Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.