Nasional, Uncategorized

Rogoh Kantong Sendiri, Jokowi Bantu Korban Puting Beliung di Bogor

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa prihatin dan berduka atas bencana angin puting beliung yang menerjang sebagian wilayah Kota Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Presiden juga turut bersedih dan prihatin karena musibah tersebut merusak sedikitnya 1.821 unit rumah warga, lima kendaraan dan satu orang meninggal dunia.


Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank BJB di Kota Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: La Nyalla Akui Dirinya Sebar Isu Jokowi PKI, Kristen dan China

Tidak hanya mengucapkan belasungkawa, lanjut Bima, Jokowi juga memberikan dana bantuan pribadi senilai Rp30 juta untuk membantu para korban bencana yang menelan satu korban jiwa tersebut.

“Presiden secara pribadi sudah mengirimkan bantuannya. Hari ini kami terima bantuan dari beliau. Secara pribadi sebesar Rp 30 juta. Itu spontan saja dari Beliau,” ucap Bima senang. Selasa (11/12/2018).

1.697 Bangunan di Bogor Rusak Akibat Puting Beliung (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Tak hanya dari Presiden Jokowi, Bima juga mengungkapkan bawa Kementerian Sosial sudah menyalurkan bantuan sebesar Rp 228 juta untuk merebilitasi korban puting beliung yang memorakpondakan bangunan di tiga kecamatan.

“Dari Kemensos bantuannya sudah masuk Rp 228 juta,” kata Bima Arya.

Meski demikian, Bima tetap berharap pemerintah pusat memberikan bentuan secara resmi untuk pemulihan dampak bencana angin puting beliung.

“Tapi saya kira akan ditindaklanjuti juga dengan bantuan pemerintah pusat secara resmi,” ujar Bima.

Baca Juga: Kapitra: Jokowi Itu Puasa Senin-Kamis dan Bacaan Alqurannya Lebih Baik dari Prabowo, Bagaimana Bisa Disebut Kafir?

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor sudah mencairkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Bantuan Sosial (Bansos).

Anggaran tersebut dimaksimalkan untuk pemulihan pasca bencana dengan dipergunakan membeli material bangunan bagi rumah terdampak bencana.

“Sambil menunggu pencairan lebih besar lagi, saya minta tim untuk dimaksimalkan dengan membuat skala prioritas. Ada 40 persen dari 1.821 rumah warga masuk kategori rusak berat,” ujarnya.

Loading...