Kriminal

Ahok Akan Bebas, Novel Bamukmin Mengaku Tak Puas

Habib Novel Bamukmin

Jurnalindonesia.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diperkirakan akan bebas pada 24 Januari mendatang.

Direktur Jenderal Pemasyaraktan Sri Puguh Budi Utami mengatakan jika dipotong remisi Natal akhir tahun ini, Ahok bakal bebas pada tanggal itu. Dan sebelumnya Ahok juga telah mendapat remisi umum.

“Ahok mendapat total remisi 3 bulan 15 hari,” kata Sri Puguh Budi Utami, Senin, 10 Desember 2018.

Meskipun Ahok sudah menjalani masa tahanan selama 2 tahun, namun hal tersebut tak lantas membuat para pendemonya waktu itu merasa puas

Baca Juga:  Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Anniesa 18 Tahun

Seperti yang diwartakan Suara.com, Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin menjelaskan, jumlah masa tahanan yang diberikan kepada Ahok dinilai masih kurang setimpal dengan apa yang telah diperbuatnya.

Pasalnya, menurut Novel 7 juta umat muslim saat itu sudah rela turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa atau Aksi Bela Islam yang dilaksanakan pada 2 Desember 2016 lalu.

“Jauh dari rasa puas karna sudah didemo dengan Aksi Bela Islam sampai 7 juta (orang) hanya 2 tahun,” kata Habib Novel, Rabu, 12 Desember 2018.

Baca Juga:  Kemenpora Belum Terima Dana Kemah yang Dikembalikan Pemuda Muhammadiyah

Habib Novel pun membandingkan dengan kasus Ahmad Musadeq yang mengaku nabi. Musadeq divonis 4 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan atas pasal penodaan agama pada 2008.

Tak hanya itu, Habib Novel pun tidak bisa meyakini kalau Ahok selama ini mendekam di Mako Brimob.

“Kami pernah menjerat Ahmad Musadeq yang mengaku nabi dengan penjara 4 tahun dan Ahok dipenjara bukan di LP dan di Mako Brimob pun kami ragukan keberadaanya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Soal Habib Bahar, PKB: Kok Ada Keturunan Rasulullah Sukanya Mencaci danFitnah

Untuk diketahui, Ahok dinyatakan bersalah oleh majelis hakim karena terbukti melakukan penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 2016. Hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara. Ia pun telah menjalani hukuman sejak 9 Mei 2017.