Kriminal

OTT Bupati Cianjur, KPK: Diduga Terkait Suap Anggaran Pendidikan

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jurnalindonesia.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terkait dugaan suap  anggaran pendidikan. KPK menduga suap untuk Irvan dikumpulkan dari para kepala sekolah se-Kabupaten Cianjur.

“KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke Bupati,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Rabu, 12 Desember 2018.

Baca Juga: 5 Fakta OTT KPK di PN Jaksel, Hakim Jadi Tersangka hingga Kode “Ngopi”

KPK menangkap Irvan dalam OTT yang digelar pada Rabu subuh, 12 Desember 2018. KPK turut menangkap lima orang lainnya, termasuk kepala dinas, kepala bidang dan dari unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan pihak lainnya.

“Ada kepala daerah, kepala dinas, dan kepala bidang, dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan pihak lain,” kata Laode.
Duit yang disita KPK dari OTT itu sebesar Rp 1,5 miliar.

“Dari lokasi juga diamankan uang sekitar Rp 1,5 miliar yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah,” kata Laode.

Baca Juga: Polsek Ciracas Digeruduk Massa, Mobil dan Sepeda Motor Digulingkan

KPK menyatakan menangkap Bupati Cianjur ini dilakukan setelah mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang terkait anggaran pendidikan di Cianjur. Setelah pengecekan di lapangan, KPK menemukan bukti permulaan adanya dugaan pemberian suap untuk kepala daerah.


Saat ini Irvan sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Lima orang lainnya juga tengah diperiksa.

“KUHAP memberikan waktu pada KPK selama maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,” ucap Laode.