Friday, November 30, 2018

Terungkap, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI

Jurnalindonesia.co.id - Anggota Komite Eksekutif (Exco), Refrizal, buka suara terkait desakan suporter Timnas Indonesia yang meminta Edy Rahmayadi untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Menurut pengakuan Refrizal, Edy sudah pernah menyatakan keinginan untuk mundur di hadapan Exco PSSI.

Desakan Edy Out santer terdengar setelah Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2018. Masyarakat meminta Edy Rahmayadi menanggalkan jabatannya karena selama ini dianggap tidak becus mengurusi organisasi yang dipimpinnya itu.

Seperti diketahui, konsentrasi Edy saat ini terbelah. Selain menjadi Ketua Umum PSSI, mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu juga menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara.

"Sudah sering beliau menyatakan itu (keinginan untuk mundur). Sejak dia terpilih sudah beberapa kali dia bicara begitu," kata Refrizal yang jadi narasumber pada acara Mata Najwa, Rabu malam (28/11/2018).

"Waktu itu kan dia cuti, setelah cuti dan setelah dia terpilih menjadi Gubernur Sumatra Utara, dia baru menyampaikan kepada kami (Exco PSSI)," ujar Refrizal.

Baca Juga: Tak Mau Mundur, Edy Rahmayadi Berdalih Sedang Melindungi PSSI

Menurut Refrizal, keinginan tersebut diungkapkan Edy setelah mendengar apresiasi dari masyarakat sepak bola Indonesia. Namun, keinginan tersebut tidak disetujui oleh Exco PSSI. Pasalnya, Edy sudah menolak ketika ada bandar judi untuk menyogok PSSI dengan uang tunai Rp 1,5 triliun.

“Saya dan Gusti Randa (Exco PSSI) saksinya bahwa pak Edy sempat mau mundur dari ketua umum PSSI. Tapi akhirnya kami larang dan memintanya untuk bertahan,” kata Refrizal, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, pada saat acara Mata Najwa, Rabu (28/11/2018).

Setelah ditolak oleh Exco PSSI, Edy Rahmayadi sempat berbicara dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI untuk meminta mundur. Edy pun mengumpulkan para Asprov PSSI di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat itu semua kompak Asprov PSSI menolak dan meminta pak Edy bertahan karena dia sudah menolak bandar judi yang ingin menyogoknya,” kata Refrizal.

“Pak Edy itu merupakan benteng sepak bola kita karena dia memiliki sikap yang tegas,” tutup Refrizal.

"Dia tanya, apakah dengan mundurnya saya PSSI jadi lebih baik? Kalau lebih baik, sekarang pun saya mundur. Akan tetapi, teman-teman keberatan kalau dia mundur. Nanti yang mengganti siapa?" imbuh Refrizal.

Baca Juga: Ditanya Soal Rangkap Jabatan PSSI dan Gubernur, Edy Rahmayadi Semprot Aiman: Apa Urusan Anda?

Saat ini masyarakat Indonesia sedang menyuarakan agar Edy untuk keluar sebagai Ketum PSSI. Hal itu karena prestasi timnas Indonesia yang dinilai gagal dalam semua ajang event tahun ini.

Jawaban resmi diberikan Edy Rahmayadi soal chant 'Edy Out' dalam laga Timnas Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2018 yang berakhir imbang 0-0.

Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu menjabat Ketua Umum PSSI ini akhirnya memberi jawaban atas chant 'Edy Out' di laga Timnas Indonesia vs Filipina yang disuarakan suporter saat laga pamungkas Piala AFF 2018 itu.

Jawaban Edy Rahmayadi atas chant ' Edy Out' di laga Timnas Indonesia vs Filipina itu diterimanya sebagai suara yang mengkritik dari pecinta sepak bola Tanah Air pasca gugurnya Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Edy Rahmayadi menyadari teriakan itu karena masyarakat Indonesia berkeinginan tim Merah Putih berprestasi di kancah Internasional.

"Saya terima itu semua. Menurut saya itu kekecewaan rakyat Indonesia," kata Edy Rahmayadi saat berbincang dengan Tv One, Senin (26/11/2018).

Baca Juga: Bonek Blokir Jalan dan Bakar Spanduk Memprotes Keputusan Kongres PSSI

Memang selain menjabat sebagai Ketum PSSI, Edy Rahmayadi juga saat ini menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Pria berusia 55 tahun tersebut mengatakan tidak semudah itu menurunkannya dari jabatan sebagai ketum PSSI, hal itu dikarenakan PSSI merupakan anggota dari FIFA, dan tentu saja ada proses yang harus dilakukan PSSI bila ingin mengganti pemimpinnya.

Edy Rahmayadi bisa saja diganti apabila ada setengah anggota PSSI yang menginginkannya mundur, itu pun dilakukan hanya pada saat Kongres PSSI.

"PSSI ini di bawah FIFA dan diatur dalam statutanya. Kalau saya ada kegiatan kecurangan bersifat hukum atau para voter sebanyak 2/3 mengajukannya ke FIFA dan FIFA datang ke sini untuk memprosesnnya, itu bisa saja dilakukan," kata Edy Rahmayadi.

"Tapi tentu saja itu akan membuat buruk sepak bola Indonesia. Saya tidak mau itu. Saya ingin menjaga nama Indonesia dan tidak dijelekkan oleh negara lain," tutup Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi masih menyisakan durasi jabatan sampai 2 tahun kedepan. Namun, Edy bisa saja dilengserkan dalam Kongres PSSI pada Januari 2019 dengan syarat adanya desakan minimal dua pertiga jumlah anggota PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
close