Tuesday, November 27, 2018

Erick Thohir: Saya Keberatan Profesi Tukang Ojek Dianggap Rendahan

Jurnalindonesia.co.id - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, mengaku keberatan jika profesi tukang ojek dianggap rendah. Menurutnya, menjadi driver ojek termasuk pekerjaan mulia.

Hal tersebut disampaikan Erick di hadapan relawan muda pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Saya bahas ojek dulu. Saya keberatan kalau stigma pekerjaan itu dianggap rendahan. Yang namanya pahlawan itu bukan hanya yang terkenal saja. Coba kalau di rumah kita nggak ada pembantu, susah nggak? Di sekitar kita nggak ada pasukan oranye, susah nggak?" kata Erick di Koffee Konco Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

"Jadi saya percaya semua pekerjaan itu bagus. Termasuk ojek. Bagus. Daripada nyolong, daripada nganggur. Dan dengan sistem digital yang memudahkan itu, ketemu yang namanya equilibrium baru," lanjutnya.

Erick mencontohkan kemudahan yang dirasakan dengan digitalisasi ojek sekarang, salah satunya dengan layanan pesan-antar makanan lewat aplikasi ojek online. Menurut Erick, inovasi itu menjadi suatu hal yang efisien.

"Saya percaya pekerjaan apa pun itu bagus asal halal. Dan semua pekerjaan itu jadi pahlawan buat orang sekitarnya. Dan pasti bermanfaat sekecil apa pun," tegasnya.

Baca juga: Sindiran Erick Thohir ke Prabowo yang Sudah 2 Kali Minta Maaf dalam Sebulan



[caption id="attachment_12423" align="aligncenter" width="725"]Go-Jek Ilustrasi Go-Jek.[/caption]

Erick mengungkapkan, pemerintah akan mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain pembangunan infrastruktur, kata Erick, pembangunan sumber daya manusia di Indonesia juga akan diupayakan.

"Bahwa setelah apa yang dilakukan di Nawacita satu, sekarang masuk ke Nawacita dua yang tidak lain bagaimana membangun Indonesia secara human capital-nya, sebagai manusianya, karena ini challenge terbesar yang harus ditingkatkan baik apakah di pendidikan, apalagi nanti ada revolusi daripada 4.0 ini nanti yang harus kita siapkan," jelasnya.

Sebelumnya, polemik soal profesi ojek mencuat setelah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku miris apabila lulusan SMA di Indonesia banyak menjadi tukang ojek. Pernyataan Prabowo ini pun menimbulkan pro dan kontra dan menuai proses dari organisasi driver ojek online di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca juga: Ahmad Dhani: Saya Sama Erick Thohir ‘Apple to Apple’

close