Kriminal

Mangkir Panggilan Polisi, Rocky Gerung Malah Berfilosofi TentangKedunguan dan "Planga-plongo" di Twitter

Jurnalindonesia.co.id – Mantan dosen Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung tak memenuhi panggilan kepolisian pada Selasa (27/11/2018). Sedianya, Rocky dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet.

Esok harinya, Rocky justru membahas kata ‘Planga-plongo’ dan ‘Dungu’ di akun Twitter-nya, @rockygerung.

Rocky menyatakan, sikap Planga-plongo merupakan ekspresi kedunguan. Sementara dungu adalah soal cara berpikir. Sehingga menuntut pujian terhadap hal yang memang menjadi tugasnya merupakan logika dungu.

“Mengapa kalian terus memusuhi kata dungu? Apakah dia mengancam kalian?” cuit Rocky, Kamis, 29 November 2018.

“Sekali lagi, dungu itu bukan tentang ‘orang’. Dungu adalah soal ‘cara’ berpikir,” lanjutnya.

“Misalnya: Planga-plongo. Itu bukan esensi dungu. Itu ekspresi kedunguan saja. Ekspresi cara berpikir,” ujarnya.

Baca juga: Rocky Gerung: Rezim yang Gak Punya Ide akan Eksploitasi Kemarahan Publik Melalui Kasus Ratna

“Bila anda dibilang dungu, itu bukan evaluasi etis. Itu sepenuhnya pembuktian logis. Mengapa ngamuk?”

“Bila tak boleh ada kesimpulan “dungu”, berarti semua penalaran adalah benar? Lalu mengapa kalian masih di kolam?”

“Misalnya: menuntut pujian terhadap hal yg memang menjadi tugas dia. Itu logika dungu.”

“Misalnya: memakai index gini untuk mengklaim keadilan sosial. Itu dungu.”

“Misalnya: Naik angkot pake mahkota raja. Walaupun itu pilihan etis, tapi secara estetis itu dungu.”

“Misalnya: pro lingkungan, tapi mendorong ekspansi ekstraktif. Itu dungu.”

“Jadi, mengapa kalian memusuhi kata “dungu”, sambil terus memperbanyak ekspresinya? Ya dungu.”

Baca juga: Ketika Budiman Sudjatmiko dan Burhanuddin Tinggalkan Panggung ILC saat Rocky Gerung Bicara

Baca juga: Nanik S. Deyang Kembali Diperiksa Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rocky Gerung pada Selasa (27/11/2018). Rocky dijadwalkan diperiksa bersama Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang.

Namun Rocky tak memenuhi penggilan kepolisian tersebut. Hanya Nanik yang datang.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi berkas kasus Ratna Sarumpaet yang sebelumnya dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Polisi ingin menyelidiki lebih dalam soal alur penyebaran foto wajah Ratna Sarumpaet yang lebam.

Karena tidak datang, Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap Rocky pada 4 Desember mendatang.

“4 Desember 2018, Selasa, pukul 10.00 WIB,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

Loading...