Nasional, Uncategorized

Keluarga Korban Lion Air JT610 Diminta Tunda Terima Santunan, Ini Alasannya

Jurnalindonesia.co.id – Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 diimbau untuk menunda pengambilan uang santunan.

Hal tersebut disampaikan Manuel von Ribbeck dari Firma Hukum Internasional, Ribbeck Law Chartered.

Penundaan tersebut, menurut Ribbeck, sambil menunggu gugatan terhadap perusahaan The Boeing di Chicago, Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, keluarga korban Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP mendapat uang santunan senilai Rp1,25 miliar dari pihak Lion Air.

Sementara di sisi lain, sudah ada enam keluarga korban Lion Air PK-LQP yang telah menggugat Boeing di Amerika Serikat selaku perusahaan yang memproduksi pesawat Boeing 737 MAX 8. Salah satunya adalah keluarga dari Rio Nanda Pratama.

Baca Juga:  Klarifikasi Mendagri Soal Kabar Korban Gempa Digratiskan Ambil Barangdi Minimarket

Baca: Firma Hukum Internasional Ini Tawarkan Bantuan Gugat Boeing secara Gratis

Para keluarga korban yang menggungat Boeing diwakili oleh kuasa hukum Manuel von Ribbeck dari Firma Hukum Internasional, Ribbeck Law Chartered.

Sidang pertama akan digelar di Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat, pada 17 Januari 2019 mendatang.

“Berdasarkan aturan dari Lion kalau sudah ada kompensasi, tidak boleh digugat. Jadi sebaiknya ditunda dulu mengambil uangnya karena kemungkinan besar ganti rugi dari Amerika jauh lebih besar,” kata Manuel di Kedai Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/11/2018).

Menurutnya, investigasi yang dilakukan pengadilan AS tidak dipengaruhi hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga:  Meninggal di Usia 95 Tahun, Ini Fakta-fakta Tentang Kehidupan LegendaMarvel Comics Stan Lee

“Agar lebih jelas dulu masalahnya di pengadilan. Jika terbukti ada masalah atau tidak layak di sistem penerbangan, maka kompensasinya jauh lebih besar. Kalau sudah dapat dari Boeing, setiap waktu nanti bisa diambil dari Lion,” kata Manuel.

“Jadi, hakim di Amerika tidak bergantung dari penelitian di sini. Hakim berhak menanyakan dari awal lagi. Jadi kita akan mencari fakta, bukti sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Firma Hukum Internasional Ini Tawarkan Bantuan Gugat Boeing secara Gratis

Selain menuntut ganti rugi dari Boeing, pengajuan gugatan di Pengadilan AS juga bertujuan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

Pesawat Lion Air JT-610 dengan registrasi PK-LQP jatuh di perairan Kerawang, Jawa Barat, pada Senin (29/11/2018) lalu.

Baca Juga:  Turun dari Pesawat Disambut Hujan, Jokowi Pegang Payung Sendiri

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Sedianya, pesawat itu mendarat di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.

Pesawat tersebut membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat. Semuanya dinyatakan meninggal.